Jejak Tulisan Kaki Kecil

Ingin Menuju Rumah Tanpa Riba? Wajib Baca Buku ini!

15 komentar
Konten [Tampil]
Ingin Menuju Rumah Tanpa Riba? Wajib Baca Buku ini!

Pernah memiliki keinginan untuk menuju rumah tanpa riba? Bukan hanya sekedar memiliki rumah tanpa riba tetapi segala kegiatan di dalamnya pun diharapkan jauh dari riba.

Apalagi di zaman yang semakin nggak karuan ini. Semua abu-abu antara halal dan haram. Kadang membedakannya saja sulit. Sehingga apa yang sebenarnya haram bisa dengan mudah dijadikan halal dengan berbagai alasan.

Sayangnya pengetahuan riba di diri para umat islam masih terbatas. Masih banyak masyarakat yang ber-ktp islam tetapi tanpa sadar terjerumus dalam riba. Melakukannya tanpa sadar dan akhirnya keasyikan tuh lebih menyeramkan daripada melakukan dengan kesadaran. Kalau sadar, minimal ada bisikan dalam hati yang bersalah.

Dari setitik keraguan dari alam sadar itu bisa timbul keyakinan besar untuk menjauhinya. Jadi penting banget si seorang muslim dan muslimah memahami apa si itu riba. Lalu bagaimana harus memulai belajar tentang riba?

Menuju Rumah Tanpa Riba

Buku MRTR adalah buku yang ditulis oleh Sakifah. Salah seorang pemateri yang aku kenal di kelas ODOP dan sering dipanggil Kak Saki.

Buku ini hadir dari kegelisahan Kak Saki yang melihat masyarakat saat ini tuh nggak bisa bedain antara jual beli dan riba. Menurut Kak Saki, kelakuan masyarakat sekarang sebelas dua belas sama masyarakat zaman jahiliyah.

Sedih banget ya? Disamain lho sama zaman jahiliyah dulu. Zaman sebelum datangnya Rasulullah. Namun mau protes juga nggak bisa, emang kenyataannya ya bener kok.

Agar kebodohan masyarakat yang tak membedakan jual beli dan riba itu nggak keblabasan dan berujung jadi dosa yang semakin menumpuk. Kak Saki mencoba berbicara melalui buku MRTR. Buku yang lahir dari ilmu yang telah dipelajari selama 12 semester.

Blubr

Akan datang suatu zaman, dimana riba mengakar kuat. Masuk ke rumah-rumah, menjadi adat dan dianggap teman dekat. Ia mampu membuat hati terlelap, mata kian merapat, namun langkah kaki tetap tegap, menuju jalan yang kian gelap.

Tidak ada berkah di sana, apabila cahaya yang menunjukkan pada solusi terbaik, yang mungkin ditawarkan semesta melalui tangan-tangan dan wajah berhias senyuman, penuh kepalsuan.

Dalam pertimbangan logika dan teori ekonomi konvensional, masyarakat umumnya menganggap bahwa transaksi ribawi adalah sesuatu yang lumrah, wajar, dan dapat diterima akal sesuai dengan konsekuensi kegiatan ekonomi.

Rumah tanpa riba, adalah mimpi yang harus mulai direalisasi. Tanpa kata nanti, tanpa menunda lebih lama lagi.

Gambaran Isi

Aku yang belum pernah memegang buku secara fisik tentu kebingungan tentang gambar isi buku ini. Apalagi ketika ditanya, alasan ingin memiliki buku ini. Duh nggak tau deh alasannya. Kaya kamu disodorin nama buat taaruf tapi nggak tau apa-apa tentang doi. Bingung kan mau jawab apa.

Awalnya aku mencoba mencarinya di internet. Sayangnya masih minim informasi tentang buku ini. Akhirnya aku memberanikan diri mengirim pesan ke Kak Saki. Meminta foto belakang buku yang berisi blubr dan juga daftar isinya. Minimal aku jadi tau lah gambaran buku ini tuh sebenarnya menceritakan tentang apa si.

Secara garis besar buku ini mengajak para pembacanya memahami tentang riba. Dimulai dari pengertiannya, hukumnya, syaratnya, dan dampaknya. Penjelasan dasar yang mungkin belum dipahami oleh semua orang termasuk aku. Masih suka ngawang-ngawang tuh ilmu tentang riba.

Setelah memahami riba tentu kita perlu tau bentuk riba yang dibungkus dengan ciamik dan dilabeli halal (atau orang memandangkannya sebagai hal yang halal dan bukan sebuah kesalahan). Bentuk riba yang semakin beragam tentu perlu kita waspadai agar tak jerumus tanpa sadar ke dalamnya.

Penutup tulisan Kak Saki yang pastinya menarik adalah bagaimana memiliki rumah tanpa riba. Apakah harus dari menunggu warisan dulu baru bisa punya rumah tanpa riba? Atau malah ada cara lain bagi milenial yang selalu berkompetisi agar bisa memiliki rumah tanpa riba. Tentunya dengan upaya sendiri tanpa bantuan orang lain. Penasaran nggak si jadinya?

5 Alasan Wajib Membaca Buku MRTR

Dari blubr dan gambaran isi tentu membuatku tertarik untuk memiliki buku MRTR. Kalau taaruf tuh udah baca CV dan liat fotonya terus cocok deh sama apa yang kita inginkan. Kalau buku ini tuh lebih ke cocok sama apa yang aku butuhkan. Lalu apa aja nih alasan yang membuatku ingin membacanya?

1. Penulis Lulusan Magister Keuangan Islam

Penulisnya yang bukan kaleng-kaleng tentu akan menjamin isinya tak akan menjerumuskan kita. Apalagi lulusan magister keuangan islam yang telah mempelajari riba selama 12 sementer. Gimana tuh? Udah mual-mual belum ya belajar terus tentang riba? 😂

Kita para pembaca tinggal menikmati aja tuh gambaran tentang riba tanpa harus belajar lama kayak Kak Saki.

2. Panduan Awal Mengenal Riba untuk Pemula

Buatku yang masih cukup awam tentang riba, buku ini tuh jadi gerbang pembuka belajar tentang riba. Sejujurnya suka pusing dan menyerah kalau belajar langsung dari kitab dan segala penjelasan yang langsung hadist dan Al Quran tanpa ada yang mengarahkan. Sebagai orang awam tentu butuh buku yang mudah dipahami terlebih dahulu sebelum menuju kitab yang lebih mendalam menjelaskan tentang riba.

3. Memahami Bentuk Riba Kontemporer

Penting banget si kita mengerti bentuk riba kontemporer. Biar nggak mudah tertipu gitu lho! Apalagi terkait bank konvensional dan bank syariah yang sudah dikomentari, "Sama aja kok sistemnya mereka."

Ya mungkin memang belum 100% syariah tetapi sudah berusaha menuju ke sana. Dimulai dari akadnya dan pilihan menyimpanan tanpa bunga. Uang yang kita titipkan pun pasti akan digunakan untuk hal-hal yang halal bukan malah dipijamkan untuk usaha yang dilarang oleh Allah. Jadi kita akan lebih nyaman dan bisa terhidar dari dosa tanpa sadar.

Ini baru salah satu contoh bentuk riba kontemporer lho. Masih ada beberapa bentuk riba kontemporer yang perlu diketahui dan tertulis di dalam buku ini.

4. Memiliki Rumah Tanpa Riba

Umur segini belum punya rumah? Masa seumur hidup nggak punya rumah? Masa mau kontrak terus? Sering banget ya hal kaya gitu diperdebatkan di media sosial. Padahal masing-masing punya pandangan yang berbeda.

Orang yang memilih kontrak mungkin sedang menabung agar nantinya bisa punya rumah tanpa riba. Walaupun kadang ada yang berpikir mending nyicil rumah daripada kontrak, kan sama aja tuh setiap bulan mengeluarkan uang. Sayang kan uang buat bayar rumah orang mending bayar buat rumah sendiri. Namun yakin tuh nyicilnya udah bebas riba?

Buku ini tuh bisa membuka mata kita kalau keyakinan untuk memiliki rumah tanpa riba tuh bukan mimpi yang ketinggian. Selama berusaha dan meminta pada Allah, insya Allah bisa banget kok. Daripada kepikiran nyicil rumah mulu dan cicilannya ternyata sampai anaknya gede belum lunas akibat adanya unsur riba di dalamnya.

5. Mewujudkan Lingkungan Rumah Tanpa Riba

Buku ini bukan sekedar mengajak kita memiliki rumah tanpa riba. Namun tujuannya lebih luas dari itu. Punya rumah tanpa riba mungkin mudah tetapi mewujudkan agar lingkungan rumah tanpa riba kadang tuh berat. Maka perlu dimulai dari diri sendiri dengan memahami riba agar bisa menjauhinya. Dengan paham maka akan lebih mudah menerapkannya dan mengajak orang agar terhindari dari riba.

Penutup

Menuju rumah tanpa riba tuh sebenarnya mudah. Sangat mudah jika kita memiliki niat dan keinginan kuat. Dengan adanya buku MRTB bisa menjadi jalan para muslim dan muslimah untuk mulai mempelajari riba. Menyebarkan pengetahuan tentang riba pada banyak orang. Sehingga semakin banyak yang lebih hati-hati ketika bermuamalah dan tidak terjerumus dalam riba.
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

15 komentar

  1. semoga buku ini menjadi bekal di akhirat sebagai amal jariyah penulis. masya Allah

    BalasHapus
  2. enak kalau bisa beli rumah cash ya

    BalasHapus
  3. Wah, jadi penasaran sama isi bukunya. Buat yang berpenghasilan minim kadang menyicil terasa lebih ringan, tapi ya itu dia... riba. Aku jadi ingin tau solusinya bagaimana.

    BalasHapus
  4. Wahh kepikiran banget dengan umur segini yang belum punya rumah sendiri, masih bingung langsung beli apa bangun sendiri.. Aduh duh duhh

    BalasHapus
  5. Blurbnya menarik banget ya allah. Humh memang susah sih kayaknya memisahkan riba dengan kehidupan tuh. Tapi susah bukan beratti gak bisa diusahakan. Menginspirasi banget, penyejuk hati isinya juga.

    BalasHapus
  6. Duh ..., mulai kenal bank, saya dan suami merasa terbantu. Tanpa minjam bank tak ada urusan keuangan yang bisa selesai. selamat malam, ananda Zakia. Dan selamat istirahat.

    BalasHapus
  7. Maunya sih cash yah, tapi diliat² kok perumahan muslim itu mahal-mahal, yaa.. Huhuhhhu..

    BalasHapus
  8. Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar akan bahaya riba

    BalasHapus
  9. nah perihal bank ini aku pun juga masih abu-abu mba..apakah masih sama apa emang beda,dengan segala ini itunya dan aku malas debat, ya sudah kutinggal tidur aja hahaha

    BalasHapus
  10. MasyaAllah. Jadi pengen baca isi bukunya juga.

    BalasHapus
  11. Kereem review nya kak

    Dan kereen juga untuk kak Sakif atas ilmunya

    BalasHapus
  12. Jadi penasaran caranya deh..
    Alhamdulillah beberapa kali beli properti, hanya satu yang pakai bank, bank syariah sih. Yang dua cash, dan satu lagi nyicil pakai emas. Caranya harga rumah yang ada saat ini disetarakan dengan harga emas. Baru tiap bulan kita bayar seharga emas di bulan berjalan. Misal harga 300 gram emas, tiap bulan bayar 10 gram.

    BalasHapus
  13. mudah-mudahan nanti ada rizeki untuk beli buku itu. ngeRIBA itu ngeri banget.

    BalasHapus
  14. Rumh tanpa riba, dan kegiatan tanpa riba memang impiah semua mb. But nowadays sangat sulit untuk tidak bersinggungan dengan riba. Semoga semakin banya yang menyadari tentang sulityna menjadi rang yang tidak memperhatikan riba dan sumbernya.

    BalasHapus

Posting Komentar