Jejak Tulisan Kaki Kecil

4 Cara Mengatasi Konflik Pasangan ala Ummu Balqis

Konten [Tampil]
4 Cara Mengatasi Konflik Pasangan ala Ummu Balqis

Ramainya konflik pasangan yang muncul di medsos tentu cukup meresahkan bagiku. Sehingga setiap pasangan perlu mengetahui cara mengatasi konflik agar tak saling serang lewat media sosial. Konflik pasangan yang sudah menikah sebaiknya tidak diumbar kepada publik walaupun seorang yang terkenal sekalipun.

Konflik pasangan yang diumbar di media sosial tersebut bisa menjadi alasan para singelillah yang belum menikah bisa menjadi ketakutan. Kehidupan pernikahan yang terkesan menakutkan tersebut menjadi alasan orang tak ingin menikah. Ketakutan akan perpisahan atau hal-hal negatif yang mungkin terjadi di pernikahan tanpa mengetahui cara untuk mengatasinya.

4 Cara Mengatasi Konflik Pasangan

Salah satu materi yang pernah dijelaskan oleh Ummu Balqis di kelas bengkel diri adalah tentang cara mengatasi konflik yang sangat mungkin terjadi dipernikahan. Tak ada pernikahan yang tak mengalami konflik.

Yang menjadi pembeda adalah pasangan yang mengetahui cara mengatasinya dan pasangan yang belum mengetahui cara mengatasinya. Sehingga konflik yang tak dapat diatasi tersebut bisa semakin besar dan berujung pada perpisahan

"Pernikahan adalah ibadah, syaiton tidak pernah berhenti mengganggu orang yang beribadah."
(Ummu Balqis)

Apalagi dalam islam, pernikahan adalah ibadah. Tentunya kita ingin pernikahan yang tak hanya bersama di dunia tetapi bisa bersama di surga. Namun seperti layaknya ibadah yang lain. Janji syaiton yang akan mengganggu manusia berlaku juga pada pernikahan. Itulah mengapa kita harus lebih pandai daripada syaiton agar dapat mengatasi konflik.

1. Redam Emosi Dalam-dalam

Ketika terjadi konflik perlu meredam emosi dalam-dalam. Bukan berarti memendamnya. Emosi boleh disalurkan tetapi dengan cara yang baik.

"Jika kamu sedang marah, maka aku akan membuatmu jadi ridho dan apabila aku sedang marah, maka buatlah aku ridho. Jika tidak, kita tidak akan menyatu."
(Abu Darda)

Jika belajar dari Abu Darda maka kita perlu mengalah salah satu jika sedang terjadi konflik. Sehingga tak semuanya meluapkan amarahnya dan berujung pada pertengkaran hebat.

2. Laksanakan Road Map

Konflik yang terjadi perlu diselesaikan sesegera mungkin. Tak boleh ditunda agar tidak menjadi bom waktu. Konflik tersebut harus diselesaikan berdua bukan hanya salah satu saja yang berusaha menyelesaikannya. Jika memang konflik tersebut tak menemukan solusi dan berada di jalan buntu, tak ada salahnya untuk meminta bantuan orang lain.

Sangat wajar adakalanya pasangan yang sudah menikah berkonsultasi dengan orang lain baik ahli ataupun orang yang dipercaya tentang masalahnya. Dengan berkonsultasi tersebut diharapkan akan lebih mudah menemukan solusi atas konflik yang terjadi.

3. Hindari Blaming Pasangan

Perasaan marah terkadang membuat kita lebih banyak melihat sisi buruk pasangan. Mengungkit-ngungkit hal yang mungkin tak ada hubungannya dengan masalah sekarang dan menjadikan tameng untuk menyalahkan pasangan. Padahal belum tentu pasangan kita yang salah sepenuhnya.

Konflik yang terjadi tentu akan memunculkan ego masing-masing tetapi perlu adanya kesadaran untuk tidak mencoba menyalahkan pasangan. Konflik tidak akan bisa diselesaikan dengan baik jika saling berkompetisi untuk menjadi pemenang. Yang dibutuhkan adalah rasa legawa untuk meminta maaf dan memaafkan. Dengan begitu konflik bisa diselesaikan.

4. Jaga Martabat Bersama

Pernikahan tentu akan membuat kita lebih saling mengenal satu sama lain baik kebaikan dan keburukannya. Jangan sampai konflik membuat kita saling menjatuhkan dengan mengumbar keburukan pasangan sekalipun nantinya berujung pada perpisahan.

Konflik yang terjadi sebaiknya menjadi rahasia berdua saja. Jika bisa diselesaikan berdua jangan sampai orang lain mengetahuinya bahkan anak-anak sekalipun. Apalagi jika konflik tak memenuhi titik tengah bahkan dengan bantuan orang lain, sebaiknya tidak diumbar. Agar kita dan pasangan bisa saling menjaga martabat walaupun nantinya berpisah.

Penutup

Konflik dalam pernikahan memang tak bisa dihindari begitu saja. Setiap pasangan hanya perlu belajar bagaimana cara mengatasi konflik. Sehingga ketika terjadi konflik akan lebih siap menghadapinya dan mengatahui apa yang harus dilakukan.

Semoga setiap pasangan yang menikah bisa lebih paham tentang cara mengatasi konflik. Agar tak ada lagi konflik yang menjadi konsumsi publik dan berujung para konflik yang lebih panjang.
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

9 komentar

  1. ini ilmu perlu banget ya mbak agar kita bisa mengatasi konflik secara sehat

    BalasHapus
  2. Naah ini pasti rajin mencatat dan menyimak kelas
    .
    .
    Jadi di reminder lg rasep, tips dan rumusnya

    Barakallah mba

    BalasHapus
  3. Berarti untuk bisa mengelola konflik, salah satunya dengan manajemen emosi ya mbk? Masih harus belajar lagi... Terima kasih sharingnya

    BalasHapus
  4. masyaa allah mbaaak, udah keren nih bekal ilmunya. semoga Allah segera pertemukan dengan penggenap agamanya ❤️

    BalasHapus
  5. Miris ya kalo liat konflik rumah tangga malah jadi konsumsi publik. Disitu mungkin road map dalam pernikahan ga lagi berjalan bahkan mungkin tidak ada. Eh singelillah udah dapet bekal ini bahkan sebelum menikah, kereennn.

    BalasHapus
  6. Management konflik memang perlu ya mba. Gak cuma di tempat kerja. Tapi juga rumah tangga.

    BalasHapus
  7. Tulisannya bikin aku remind lg wkwkw
    Makasih ya mba
    Bac tentang pernikahan emamg bisa nyadarin diri yang sering ngeluh

    BalasHapus
  8. Masyaallah mbak Zakia...
    Singlelillah yang luar biasa. Calon istri sholihah ini mah... Semoga segera Allah kabulkan semua doa dan hajat mbak zakia. Aamiin..


    Stttt.... Sini tak bisikin... "jangan takut, menikah itu indah kok..." 😊😊😊

    BalasHapus
  9. Moga byk anak muda yg ikut bengkel diri ya mba buat bekal memasuki mahligai rumah tangga...

    BalasHapus

Posting Komentar