Jejak Tulisan Kaki Kecil

Terjebak dalam Hubungan Kita Jalanin Aja Dulu

Konten [Tampil]
Hubungan kita jalanin aja dulu

Pernah nggak si merasakan hubungan kita jalanin aja dulu? Ngaku aja deh ya pernah! Biar aku ada temennya gitu. Nggak sendirian merasa bodoh menghabiskan waktu yang ternyata sia-sia. Namun, menyesal pun tak ada gunanya. Masih ada banyak hal baik yang "mungkin" bisa diambil dari hubungan itu sebagai pembelajaran.

Tulisan ini mungkin bakal ada curhat tipis-tipis. Jadi jangan hujat aku galau ya kak! Anggap aja tulisan ini hanya sekedar tulisan penghibur diri. Pembelajaran untuk kalian yang masih polos dan tak pernah terjebak dalam hubungan yang tak seharusnya.

Hubungan Kita Jalanin Aja Dulu

Hubungan jalanin aja dulu biasanya dimulai ketika perempuan dan laki-laki saling suka tetapi belum yakin akan perasaan mereka. Ingin dekat tapi belum terlalu yakin akan berlanjut atau tidak. Atau mungkin alasan lain yang menjadi penyebab tidak mungkinnya hubungan berlanjut. Namun, tak ingin berpisah saat itu dengan dalih masih saling suka.

Suka atau benci dengan seseorang menurutku wajar. Sebagai manusia normal aku pun pernah merasakannya. Namun, aku kadang lupa suka dan benci juga perlu sewajarnya saja. Tak boleh berlebihan apalagi sampai overdosis. Semua yang berlebihan memang tidak baik. Apalagi jika kita meyayangi makhluk lebih besar dibandingkan Allah. Bisa-bisa Allah cemburu kan?

Gunakan Logika Bukan Perasaan

Jika kita sudah terlanjur terjebak dalam hubungan jalanin aja dulu. Sebaiknya cepat-cepatlah keluar karena bisa membuang waktu, energi, dan juga perasaan sekaligus.

Menggunakan logika mungkin salah satu cara agar kita sadar sudah terjebak dalam hubungan yang tak sehat apalagi baik. Hubungan yang masuk dalam toxic juga menurutku. Walaupun aku sadar jika menyangkut perasaan terkadang orang bisa mengingkirkan logika. Tak mau mendengar apa saran orang lain. Seolah apa yang dilakukannya sudah benar.

Maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah sadari dengan menggunakan logika bukan hanya perasaan saja. Jika kita sadar maka kita tau hubungan ini tak baik. Lebih banyak menggoreskan luka dibandingkan menghasilkan sebuah kesenangan.

Pilih Melepas atau Mempertahankan?

Melepas memang tak mudah tetapi mempertahankan juga bisa lebih menyakitkan. Itulah pilihan yang akan sama-sama menyakitkan diawal tetapi bisa berbeda akhirnya.

Melepas bisa berarti kamu akan lebih bahagia setelahnya. Walaupun akan sangat mungkin merasakan sedih diawal-awal. Kehilangan seseorang memang tak selalu mudah. Hari-hari yang biasa dihabiskan bersama berakhir sendiri ketika kita melepaskannya. Namun, yakinlah akan ada saat dimana kalian bangkit dan terbiasa. Bahkan merasa lebih bahagia dengan keadaan kalian sekarang.

Bayangkan jika kalian tetap mempertahankan? Kalian mungkin akan merasa lebih sakit. Bertahan pada sebuah hubungan yang tidak jelas arahnya. Jika pun jelas tetapi belum tau kapan akan berani untuk mengambil keputusan menjalani hubungan yang halal. Ya intinya kalau memilih bertahan siap-siap nyesek aja.

Ambil keputusan melepas atau mempertahankan itu pilihan masing-masing. Jika bertahan berikan batas waktu agar setidaknya bisa belajar melepas jika tetap jalan di tempat. Jadi bisa deh buka hati pada orang lain yang mungkin lebih berani untuk serius.

Jujur Pada Diri Sendiri

Emang bisa ya bohong dengan diri sendiri? Menurutku bisa banget si. Padahal kita yang merasakan dan kita yang mengetahui tentang diri kita sendiri.

Jika mempertahankan dirasa melelahkan dan membuat jenuh, ya jujur aja. Jangan ditutupi apalagi merasa baik-baik saja. Jujur akan membuat kita bisa berpikir dengan baik. Menganalisa tindakan terbaik dan tepat sesuai fakta yang ada. Bukan sekedar opini-opini yang kadang kala menutupi sebuah kebenaran.

Jika melepaskan terasa menyakitkan diawal dan juga hari-hari setelahnya, ya jujur aja. Menangis boleh. Mengeluarkan segala rasa yang menyakitkan dengan cara yang benar. Bukan malah menyakiti diri sendiri untuk menutupi rasa sakit yang ada.

Belajar untuk jujur pada diri sendiri akan membuat kita paham apa yang diinginkan. Apalagi jika terjebak pada sebuah ketidakpastian. Bahkan kita akan lebih bisa memilih apa yang dibutuhkan bukan sekedar keinginan belaka.

Memberikan Kesempatan Bukan Pelampiasan

Jika memutuskan untuk melepaskan maka bukan berarti kita berhak untuk melampiasakan pada orang lain. Memberikan kesempatan boleh tapi yakinlah jika itu bukan sebuah pelampiasan.

Memberikan sedikit ruang kosong pada orang lain mungkin lebih baik dibandingkan ruang yang luas tetapi masih terisi. Seolah kita menyewakan rumah pada orang lain tapi rumah itu masih dihuni oleh orang yang lama.

Mungkin memberikan jeda untuk sendiri akan lebih baik sebelum menerima kehadiran orang baru. Menikmati waktu dengan diri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Hingga kita benar-benar belajar melepaskan tanpa ada rasa sakit yang tertinggal lagi. Jadilah kita siap menerima orang yang baru.

Jalan

Sejujurnya agak gimana gitu waktu nulis ini. Takut aja nanti suami, anak, atau orang yang aku kenal baca. Malu aja rasanya. Keliatan banget deh aku bukan orang yang terlihat baik-baik saja. Namun, entah kenapa setiap ada tema pasti kepikirannya tulisan galau yang terlihat memalukan. Bahkan aku sempat tanya dulu sama orang lain. Katanya nggak apa-apa.

Semoga tulisan yang berisi curhat tipis-tipis ini bisa jadi pembelajaran ya. Walaupun aku harap yang baca nggak pernah terjebak dalam hubungan ini. Tapi kalau pun pernah merasakan hubungan kita jalanin aja dulu itu. Gimana rasanya? Nyesek? Sakit? Menyesal? Atau malah berakhir bahagia?
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

7 komentar

  1. Kok yaa yaa sama kayak situasi ku 7 tahun yang lalušŸ¤£

    Pacaran 5,5 tahun gak jelas eh putus, akhirnya ditikung sama yang hitungan bulan dan sampai menikah wkwk

    Awalnya mempertahankan hubungan yang lama itu, tp tahu banget aku akan semakin tersiksa karna aku kayak gak diperlakukan perempuan

    Dan alhamdulillah ternyata dapat yg lebih baik walaupun dilepas dengan terpaksa dan agak susah diawal, eaa

    BalasHapus
  2. halalkan... halalkan... halalkan... hehe

    BalasHapus
  3. Urusan perasaan emang repot. Kayak buah simalakama. Alhamdulillah cerita yang ditulis ini bisa jadi pelajaran buat yang sedang ngejalanin hubungan kayak gini.

    BalasHapus
  4. Jadi kena friend zone kah Kakak? Nggak enak banget pasti ya, karena hubungan nggak maju2, stuck saja disitu. Bagus deh kalo bisa move on. Semoga bisa segera ada yg dihalalin ya, aamiin

    BalasHapus
  5. Duh, aku ngerasa nih hehe,,
    Kadang suka bingung aja buat menentukan pilihan ka

    BalasHapus
  6. Nyeseekk banget sihh inii..
    Sama dengan statement yang jagain jdooh kang bukan sihh, kalau ujung² nggak jadi, hehehe

    BalasHapus
  7. Kalau pas pacaran atau masa-masa sebelum nikah gitu malah nggak pernah, paling bete aku kalau digantungin. Sukanya yang jelas-jelas.. jalanin aja dulu itu kek, mau ke mana sih... nggak jelas :D :D

    Setelah nikah malah pernah ada di fase itu... secara berpisah setelah menikah kan nggak segampang pas pacaran, tapi kami saat itu pas lagi stuck dan ada di posisi 'ya udah lah jalanin aja dulu' , kali ntar bisa bener lagi hihi. Alhamdulillah masih bareng2 sampai sekarang :)

    BalasHapus

Posting Komentar