Jejak Tulisan Kaki Kecil

Apres Le Mariage: Mencintaimu Tidak Membutuhkan Alasan

Novel Apres le mariage

Novel Apres Le Mariage menceritakan tentang kisah pernikahan akibat sebuah kesalahpahaman. Apa si rasanya menikah tapi tak merasakan rasa cinta sebelumnya? Apalagi pernikahan tersebut adalah sebuah keterpaksaan. Pastinya pernikahan yang sangat ingin dihindari oleh siapa pun.

Begitulah kisah Briana yang terjebak dalam pernikahan dengan seseorang yang dibencinya. Berawal dari ajakan (lebih tepatnya pemaksaan) Aura agar Briana menemaninya mendatangi sebuah pesta ulang tahun rekan kerjanya. Membuat Briana kembali bertemu dengan Fairell, seorang laki-laki teman SMP yang sangat dibencinya hingga tak ingin menemuinya kembali.

Entah sebuah takdir atau kebetulan, Aura meninggalkan Briana bersama Fairell dalam keadaan tak sadarkan diri. Dan Briana ditemukan pagi hari oleh Mama Fairel diatas ranjang berdua dengan Fairell. Hal tersebut tentu membuat Mama Fairell menginginkan pernikahan demi menjaga kehormatan keduanya. Walaupun Briana mencoba menolak baik-baik, pada akhirnya Briana menyerah dan setuju dengan pernikahan tersebut.

Awal pernikahan yang seharusnya menjadi hari bahagia, menjadi awal hari buruk bagi Briana. Aura pun meminta Briana untuk belajar mencintai Fairell karena kejadian ketika SMP dahulu bukan salah Fairell. Kejadian dimana Briana dikurung dalam sebuah gudang gelap oleh Sheila yang tidak suka dengan kedekatan Fairell dan Briana.

Perkataan Aura membuat Briana tersadar yang mencoba melihat sisi baik Fairell. Fairell seorang pengancara sukses, tampan, dan juga baik tentu sebuah keberuntungan bagi Briana. Ditambah lagi Mama Fairell yang menyayangi Briana seolah anaknya sendiri. Membuat Briana mulai jatuh hati dengan Fairell walaupun belum sepenuhnya mengakuinya.

Pernikahan yang baru seumur jagung tersebut pun tak jauh dari banyak rintangan, mulai dari Sheila seorang model cantik teman Fairell hingga Ari yang ternyata jatuh cinta dengan Briana. Apakah pernikahan tersebut akan terus berlanjut atau akan berujung pada perpisahan?

Novel Apres Le Mariage

Briana seolah tak punya pilihan. Lantaran tak sadarkan diri dan tidur satu ranjang dengan Fairell - orang yang paling ia benci di muka bumi - ia masuk jalur perangkap untuk menikah. Dan begitulah akhirnya Abrianna Fradella menikah dengan Fairell Atariz Calief tanpa rasa cinta.

Menikah dengan Fairell bukan hanya kecelakaan tapi juga malapetaka. Luka lama Briana kembali terbuka dan ia harus berurusan lagi dengan pengalaman traumatis dari masa lalu. Sekarang, yang Briana ingin lakukan adalah keluar dari situasi menyesakkan ini.

Dapatkah cinta tumbuh di antara mereka atau pernikahan ini memang ditakdirkan untuk kandas?

Apres le mariage

Judul : Apres Le Mariage
Penulis : Ulianne
Penerbit : Bukune
Tahun terbit : 2016
Tebal buku : 266 halaman
Harga : Rp75.000

Sudut Pandang tentang Apres Le Mariage

Sejujurnya udah lama tidak membaca novel romantis seperti ini. Tapi untuk keperluan riset menulis dan mengisi waktu jadilah aku kembali membaca novel "galau".

Membaca awal cerita novel ini cukup membuatku kaget karena menceritakan tentang kehidupan yang sangat bebas. Penulis tak segan menceritakan tentang pesta yang dilakukan di klub malam dan juga tentang minuman beralkohol.

Kehidupan yang tak bisa aku bayangkan sebelumnya tapi sangat cukup detail dijelaskan dalam novel ini. Sehingga aku bisa mendapatkan gambarannya. Walaupun kebanyakan drama korea lebih parah lagi si. Jadi selama masih bisa menyaring apa yang baik dan tidak mungkin tak terlalu bermasalah.

Namun, dari novel ini ada tiga hal yang membekas untukku. Sesuatu yang bisa menjadi pelajaran di kehidupan.

1. Menikah Tanpa Cinta

Sebuah pertanyaan yang sering muncul adalah "Apakah bisa menikah tanpa ada cinta?". Pertanyaan yang muncul karena ada pernikahan yang awalnya tanpa ada rasa cinta. Kan katanya bisa jadi cinta hadir karena terbiasa seperti pepatah jawa.

Kisah pernikahan Briana dan Fairell pun terjadi tanpa ada rasa cinta di hati Briana. Namun, pada akhirnya Briana bisa menerima pernikahan tersebut dan perlahan jatuh cinta pada Fairell. Apa semua itu bisa terjadi pada kebanyakan pernikahan tanpa cinta di awal?

Setelah aku pikir-pikir memang tak salah menikah tanpa cinta. Namun, ada syarat yang menyertainya agar cinta datang akibat kebersamaan setelah menikah. Sebuah ketertarikan di awal sebelum menikah diperlukan agar cinta hadir kemudian. Atau minimal menikah dengan seseorang yang masuk dengan kriteria kita.

Semua itu sekedar pemikiranku aja si. Mungkin kalian yang menikah tanpa pacaran atau melalui taaruf bisa share ya. 😉

2. Jangan Terlalu Membenci

Orang bilang benci dan cinta itu beda tipis. Jadi jangan terlalu benci takutnya berubah jadi cinta. Begitu pula sebaliknya. Benci dan cinta boleh tapi dalam batas wajar aja. Kata orang yang dulu aku tak percaya tapi terjadi padaku. Membuatku jadi belajar tak terlalu membenci dan mencintai seseorang.

Briana pun begitu membenci Fairell, padahal kejadian saat SMP dulu bukan sepenuhnya salah Fairell. Bahkan Fairell tak mengetahui jika Briana dikurung dalam sebuah gudang oleh Sheila. Hal itu dilakukan Sheila dengan meminta bantuan Papanya untuk menyembunyikan kejadian tersebut.

Cerita Briana tersebut membuat kembali tersadar untuk tak membenci seseorang tanpa alasan. Apalagi jika seseorang kita benci untuk melampiaskan amarah. Briana membenci Fairell karena marah dengan Sheila tetapi tak bisa dilakukan akibat Sheila yang menghilang setelah kejadian. Hanya Fairell yang ada jadilah semua amarah dilampiaskan pada Fairell.

3. Kehadiran Orang Ketiga

Kehadiran Sheila dan Ari sebagai orang ketiga dan keempat dalam pernikahan Briana dan Fairell akan mungkin terjadi dipernikahan. Apalagi godaan mantan jika kita masih dalam satu circle yang sama. Bagaimana pun pernikahan adalah ibadah dan syaitan tak menyukai jika semua berjalan lancar.

Ketika menikah dan terdapat gangguan dari orang ketiga perlu ada keteguhan hati agar tidak tergoda. Seperti Fairell yang hanya melihat Sheila sebagai teman walaupun Sheila cantik dan sempurna dimata kebanyakan laki-laki.

Membaca novel Apres Le Mariage membuatku mengingat kembali ke masa-masa remaja. Masa di mana setiap kali membaca novel "galau" membuatku ingin memiliki kisah cinta yang indah dan akhir bahagia seperti dalam novel. Dimana akhir yang digambarkan kebanyakan berakhir pada pernikahan. Pada kenyataannya, menikah bukan akhir tapi awal perjalanan bukan?
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

7 komentar

  1. Hwah udah lama juga saya tidak membaca novel genre romantis. Masuk list ini apres le mariage, sepertinya menarik

    BalasHapus
  2. Hmm kalau membaca dr novel2 pernikahan yang berwal tanpa cinta kalau happy ending yaa siapa yang nggak mau ya.
    Tapi balik lagi ke persiapan kita saat prosesnya. Pasti akan ada saat2 dimana ada percekcokan juga di dalamnya.. Kalau nggak siap, bakal merana juga kayaknya, wkwkwkw

    Komentarku kok kayak yg uda pengalaman aja yaa ini, hahahahah

    BalasHapus
  3. Yang pacaran bertahun-tahun aja bentrok juga mbak Pida.
    Jadi tinggal bagaimana kita menyikapi pernikahan, selalu kembali pada tujuan awal kita bersama.
    Alhamdulillah tanpa pacaran, bunda berusaha menjaga komitmen selama 22 tahun ini. Mudah-mudahan semua Allah beri keberkahan dalam pernikahan.

    BalasHapus
  4. aku suka genre novel seperti ni hihi
    Seru, gemes aja gitu kalau udah mulai suka tapi gak mau pada ngaku.

    Benar sih jangan terlalu membenci nanti akan terjadi beneran. Maupun jangan terlalu mencintai karena akan sakit jika patah hati wkkwkw

    BalasHapus
  5. Aku salah satu yg menikah tanpa pacaran nih hahahaha pacaranya habis nikah :v

    Btw, persiapan mental memang jauh lebih penting sih dari sekadar rasa suka

    BalasHapus
  6. Saya juga sudah lama membaca novel "galau". Cerita pernikahan tanpa dasar cinta bukan satu dua. Tentu saja kembali kembali kepada penulis bagaimana mengemas cerita tersebut menjadi menarik.

    BalasHapus
  7. wah resensi yang cukup menarik. Dari membaca sinopsisnya aku jadi sedikit banyak menangkap semua ini adalah karena ulah Sheila. Coba kalau Briana tidak sebegitu bencinya dengan Fairell yang di masa lampau ada kejadian kurung mengurung di dalam gudang mungkin kejadiannya akan lain. Tapi memang sengaja konflik yang dijadikN awal permasalahan ya masalah rasa benci ini, yang mana ketika dijalani ternyata ga segitu bencinya setelah mengarungi bahtera rumah tangga ya. Tapi aku memang agak bertanya tanya sih bagian kenapa Briana kok tiba tiba sudah satu ranjang dengan Fairell. Untunglah dalam pernikahannya itu ia sudah sepaket mendapatkan mertua yang keibuan dan menganggapnya sebagai putri sendiri ya. Jadi ga gitu horror rumah tangganya hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar