Jejak Tulisan Kaki Kecil

Kompak dan Sukses Mengatur Uang Bersama Pasangan Tanpa Emosi

1 komentar
Mengatur uang bersama pasangan
Untuk sebagian orang cukup sulit mengatur uang bersama pasangan tanpa emosi, bahkan sering kali jauh dari obrolan mesra. Bahkan tak jarang yang mengangapnya sebagai obrolan tabu layaknya membicarakan tentang seks.

Pada November 2020 kemarin, aku berkesempatan mengikuti sharing yang membahas tentang keuangan. Tulisan ini akan sedikit menceritakan apa yang aku dapatkan ketika mengikutin sharing tersebut.

Apa itu Sharians dan Positivistri?

Acara berjudul "Kompak Ngatur Uang Bareng Pasangan" tersebut diadakan oleh sharians dan positivistri. Dengan dua narasumber yaitu Lulu Azzahra dan Isti Khairani. Membuatku tertarik untuk mengikutinya dan belajar ilmu baru terkait finansial. 
Sharians dan Positivistri
Sharians merupakan platform edukasi dan literasi finansial syariah. Tak hanya berbagi di instagram, sharian pun aktif berbagi di youtube maupun tiktok. Tak jarang juga melakukan kolaborasi untuk sharing secara langsung melalui aplikasi video conference dan meeting.

Berbeda dengan sharian yang fokus membahas finansial, positivistri merupakan teman cerita perempuan agar tak merasa sendiri. Aktif membagikan segala hal terkait perempuan di instagram dan spotify. Untuk pecinta podcast maka positivistri bisa menjadi salah satu referensi podcast yang bermanfaat. 

Mengenal Lulu Azzahra 

Sebelum mengenal nama Lulu Azzahra aku lebih mengenal suaminya terlebih dahulu. Lalu mulai mengenal Kak Lulu ketika ikut kelas premarriage talk. Di tengah perannya sebagai istri dari Choqi Isyraqi dan seorang ibu dari Shafiyyah, Kak Lulu aktif menjadi fasilitator di premarriage talk dan positivitri.
Lulu Azzahra
Kak Lulu pun sering membagikan cerita tentang kehidupannya di instagram. Cerita yang kadang menurutku lucu tetapi memiliki makna yang dalam. Ditambah foto-foto yang dibagikannya pun terkadang bukan foto yang serius tetapi foto ekspresi muka lucu Kak Lulu dan suaminya.

Mengatur Uang Bersama Pasangan Tanpa Emosi

Dalam keluarga tentunya penting melakukan pengaturan keuangan. Tetapi jika dilakukan dengan emosi dan jauh dari kata mesra maka akan menimbulkan konfik. Lalu bagaimana caranya mengatur keuangan yang kompak dan sukses? 

Kunci Mengatur Uang

Berdasarkan pengalaman Kak Lulu, terdapat 3 poin yang harus di perhatikan.

1. Komunikasi

Dalam mengobrol terkait keuangan perlu memiliki cara pandang yang sama. Sehingga akan lebih mudah dalam mengkomunikasikannya. Selain itu, lakukan obrolan secara santai tetapi tetap serius. Jangan malah saling tegang yang nantinya menimbulkan emosi. Jadi perlu menentukan kondisi, waktu, dan tempat yang nyaman untuk mengobrol terkait keuangan keluarga.
Mengobrol bersama

2. Menentukan Manajer Keuangan Rumah Tangga 

Dalam keluarga Kak Lulu perlu membedakan antara manajer keuangan dan kasir. Manajer keuangan memiliki tugas mengatur aset (memilih aset, tabungan, alokasi pendapatan, dan pengeluaran). Sedangkan kasir bertugas membayar sesuai dengan budget keuangan yang telah ditentukan. 

Sehingga perlu ditentukan sejak awal pernikahan siapa yang akan menjadi manager keuangan dan kasir. Tentunya manajer keuangan harus orang yang lebih baik dalam mengatur uang agar tak terjadi kebocoran setiap bulannya. Jika tak ada mungkin perlu sama-sama belajar tentang mengatur uang dengan baik.

3. Tentukan tujuan keuangan bersama 

Ketika single mungkin mindset keuangan kita untuk kesenangan pribadi. Tetapi hal tersebut perlu diubah menjadi tujuan bersama. Apakah tujuan keuangannya? Lalu apa yang ingin dicapai setiap tahunnya? Ingin umroh? Memiliki rumah? 

Tujuan tersebut nantinya akan membuat kita memiliki rencana untuk mencapainya, kapan waktu tercapainya, dan sumber dana untuk mencapainya. Sehingga tujuan keuangan bersama akan bisa tercapai disamping tujuan pribadi, seperti hobi laki-laki yang terkadang cukup malah atau perempuan yang belanja.

Tipe Pembagian Tanggung Jawab

Ada beberapa tipe pembagian tanggung jawab keuangan baik suami dan istri.
Pembagian Tanggung Jawab

1. Tipe pertama

Semua penghasilan suami dan istri akan digunakan untuk kepentingan keluarga. Sehingga ketika ada keinginan pribadi akan mengambil dari keuangan keluarga tersebut.

2. Tipe kedua

Penghasilan suami seluruhnya digunakan untuk kepentingan keluarga. Sedangkan penghasilan istri seluruhnya akan digunakan untuk kepentingan pribadi. Sehingga ketika suami memiliki keinginan pribadi akan mengambil dari keuangan keluarga. 

3. Tipe ketiga

Penghasilan suami 50-80% untuk kepentingan keluarga dan sisanya disimpan sendiri untuk kepentingan pribadi. Sedangkan penghasilan istri seluruhnya akan digunakan untuk kepentingan pribadi.

4. Tipe keempat 

Penghasilan suami setengahnya akan dialokasikan untuk kebutuhan a,b,c dan penghasilan istri setengahnya akan dialokasikan untuk kebutuhan d,e,f. Sehingga penggunaannya sudah ditentukan secara khusus. Sisa setengah penghasilan lainnya akan digunakan untuk kepentingan pribadi masing-masing baik suami maupun istri.

5. Tipe kelima

Ketika istri hanya tau beresnya saja. Suami merasa kalau keuangan tangan jawabnya dan tidak ingin istrinya terlalu ribet memikirkan masalah keuangan.

Lalu baiknya memilih tipe yang mana? Pemilihan tipe pembagian tanggung jawab kembali kepada keputusan keluarga masing-masing, karena tidak ada tipe yang ideal. Tetap memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing setiap tipenya, tinggal mana yang lebih cocok untuk masing-masing kondisi keluarga.

Mengobrol Keuangan Bersama Pasangan

Ada 5 hal yang menjadi kunci agar mengobrol keuangan tanpa emosi.

1. Terbuka 

Sedari awal menikah atau bahkan sebelumnya harus saling terbuka tentang kondisi keuangan masing-masing. Apalagi jika termasuk sandwich generation maka harus jujur sedari awal. Keterbukaan inilah nantinya akan membuat mengobrol tentang keuangan lebih nyaman dan santai. Sehingga tak ada hal yang ditutupi dan juga saling curiga. Terlebih ketika suami berada dalam kondisi pendapatan menurun.
Bulan ini kita tidak jalan-jalan dulu atau makan di luar ya? Karena pendapatan menurun. Atau aku pinjam uang tabungan kamu sekian untuk keperluan bulan ini bisa nggak ya? Nanti aku akan bayar di bulan depan.

2. Mendiskusikan keuangan harus berdua 

Siapapun manajer keuangannya, perlu mendiskusikan keuangan berdua. Agar sama-sama saling belajar mengatur keuangan. Ketika nantinya hidup sendiri, maka akan lebih mudah. Bukan malah keuangan keluarga berantakan ketika kehilangan pasangan.
Ketika uang sedang menipis baiknya kita mengambil uang dari mana? Atau harus menghemat dibagian apa.

3. Tidak melibatkan perasaan tapi logika 

Mengatur keuangan bukan menggunakan perasaan atau logika. Perasaan dimana salah satu pasangan lebih dibebani dibandingkan pasangan yang lain. Jadi gunakan logika agar tak timbul emosi dan saling menyalahkan. Apalagi perempuan terkadang terbawa emosi jika merasa suami jarang memberikan sesuatu malah menggunakan uang untuk sendiri dan membandingkannya dengan pasangan yang lain.
Membicarakan keuangan secara ceplas-ceplos sehingga tak terlalu baperan. Jika sedang tak punya uang maka akan hemat. Jika ada maka bisa menggunakannya untuk senang-senang.

4. Gunakan gaya komunikasi yang positif 

Memulai obrolan keuangan dengan positif bukan menyalahkan. Ketika memiliki keinginan sesuatu maka tanyakan secara baik-baik kepada pasangan. Lalu tidak menyalahkan ketika pasangan belum bisa memberikan sesuatu, lebih baik memberikan semangat agar bisa memenuhinya dibulan depan.
Tidak mengatakan "kamu nih uangnya kurang" atau "kamu nih nggak bener mengurus keuangan keluarga". 

5. Bersyukur

Selalu mengingat konsep rezeki dari Allah sehingga akan menimbulkan rasa syukur. Berapapun rezeki yang diperoleh kadang banyak kadang sedikit. Setidaknya manusia berusaha nantinya Allah yang menentukan. Ada kalanya iman sedang turun dan lupa bersyukur, maka salah satu pasangan harus mengingatkan tentang rasa syukur kepada Allah.
Jika ada uang berarti harus disyukuri, jika tak ada uang berarti harus berusaha lebih keras lagi dan tetap bersyukur kepada Allah. Apapun kondisinya kita harus tetap bersyukur.
Menurut kalian apakah sulit mengatur keuangan bersama pasangan tanpa emosi? Bolehlah sharing cara mengatur keuangan di keluarga kalian! Siapa tau bisa jadi masukan untuk kami yang baru akan menikah. 😊

Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

1 komentar

  1. Aku belajar nya dari ortuku, menurutku bisa si tanpa emosi asal komunikasi dan bersyukur nya di jalanin terus jangan ada salah satu yang egois

    BalasHapus

Posting Komentar