Jejak Tulisan Kaki Kecil

Inikah Namanya Futur?

13 komentar
Pertama kali mendengar kata futur itu di kelas bengkel diri level 1. Awalnya aku tak tau apa itu, nanya malu, akhirnya googling dengan segala penjelasannya yang ditemukan. Setelah membaca beberapa artikel, ooh aku juga sering futur ternyata. Ditambah saat warming up level 2, Ummu Balqis menjelaskan tentang futur, penyebab, dan obatnya.

Jadi apa si itu FUTUR?⁣⁣
⁣⁣
Futur adalah rasa malas, enggan, menurunnya kuantitas, menurunnya kualitas para penggiat kebaikan maupun para pencari ilmu.⁣⁣
⁣⁣
Jadi gimana? Pernahkah malas? Bosan dengan suatu ibadah atau rutinitas? Sehingga kualitas dan kuantitasnya menurun? Kalo iya berarti itu futur. ⁣⁣
⁣⁣
Kenapa si bisa futur?⁣⁣
⁣⁣
Hilangnya keikhlasan bisa menyebabkan futur, jadi kita melakukan segala sesuatu sejatinya mencari ridho Allah. Karena tugas kita sebagai manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Jikalau kita melakukan suatu bukan untuk mencari ridho Allah tapiii hanya gengsi semata maka akan dengan mudah terjangkit penyakit futur. Misalnya kita lanjut S2 nih, semata untuk title bukan untuk mencari ilmu yang nantinya dapat digunakan untuk kebaikan.⁣⁣
⁣⁣
Lemahnya ilmu atau latar belakang kita melakukan sesuatu maka dapat menyebabkan futur. Misal nih kenapa sih harus sholat dhuha? Kenapa si Allah memerintahkan untuk sholat dhuha? Kalo cuma sekedar ikut-ikutan melakukan sesuatu tanpa tau dasarnya lama-lama bisa bosen kan? Ngapain si aku ngelakuin ini? Nggak ada gunanya, buang-buang waktu.⁣⁣
⁣⁣
Kecintaan hati yang besar pada dunia dapat menyebabkan futur. Orang yang selalu mengejar dunia akan mudah stagnan untuk perkara kebaikan yang tidak berhubungan dengan dunia. Seperti akan malas menuntut ilmu akhirat yang tidak memberikan efek pada dunia karena merasa mengganggu upaya dia dalam mengejar dunia.⁣⁣
⁣⁣
Fitnah atau cobaan yang diberikan oleh Allah dapat menganggu konsentrasi dalam beribadah dan menyebabkan futur.⁣⁣
⁣⁣
Hidup di lingkungan yang tidak supportif. Ketika kita semangat untuk beribadah tapi lingkungan tidak mendukung, maka lama kelamaan bisa menimbulkan rasa bosan. Karena merasa hanya sendirian dan tidak ada teman yang saling menguatkan serta mengingatkan. ⁣⁣
⁣⁣
Berteman dengan orang-orang yang lemah dalam meraih kebaikan. Jika kita berteman dengan teman yang lemah, maka kita akan ikut menjadi lemah kecuali kita mempunyai benteng yang besar sehingga dapat menangkalnya. Pernah ada nasihat dari seorang ustadzah agar kita memilih-milih teman, pilihlah teman yang mengajak pada kebaikan bukan sebaliknya kecuali kita bisa mempengaruhi teman tersebut menuju kebaikan. Jika tidak dan kita tipikal yang mudah terpengaruh maka lebih baik jauhi teman-teman yang lemah dalam meraih kebaikan.⁣⁣
⁣⁣
Makan makanan yang haram atau melakukan dosa maksiat yang nyata dapat menyebabkan futur. Pernah mendengar jika kita melakukan dosa maka akan rontok hafalan kita? Hafalan sedikit tapi dosanya banyak, lama-lama habis dong. Maka putuskan rantai maksiat untuk pencegah futur.⁣⁣
⁣⁣
Jika tidak memiliki tujuan yang jelas dalam menuntut ilmu dan dakwah maka dapat menimbulkan futur. Karena jika tidak memiliki tujuan maka dapat menimbulkan bosan ditengah jalan karena tidak ada tujuan yang ingin di capai.⁣⁣
⁣⁣
Lemahnya iman dapat menyebabkan futur, ya gimana enggak iman aja lemah gimana mau semangat ibadah atau melakukan kebaikan coba? Enakan juga goler-goler sambil scrolling-scrolling ig hhehe⁣⁣
⁣⁣
Menyendiri menjadi salah satu sebab futur. Tidak adanya niat membangun tolong menolong sehingga tidak akan ada orang yang bisa mengingatkan ataupun menasihati ketika kita futur. Lha kita aja menyendiri gimana orang lain bisa tau coba?⁣⁣
⁣⁣
Melemahnya tarbiah imaniah atau lemah pendidikan keimanan, ketika iman tidak di pupuk dengan baik maka akan menyebabkan futur karena lama kelamaan akan mengikis dan menjadikan iman lemah. ⁣⁣
⁣⁣
Lalu bagaimana caranya mengcegah futur? Jika Allah menciptakan suatu sifat futur maka akan ada obat yang telah disediakan oleh Allah. Tinggal pilihan kita akan meminum obat tersebut dengan ikhtiar menjadi sembuh atau akan mengabaikannya dan membiarkan penyakit futur terus menjangkit diri kita.⁣⁣
⁣⁣
Mengikhlaskan melakukan segala sesuatu hanya kepada Allah, maka insya Allah semangaat akan menjadi naik dan mencegah penyakit futur.⁣⁣
⁣⁣
Adanya teman yang mampu mengantarkan kita pada kebaikan maka dapat mencegah penyakit futur. Jikalau ada teman dan tidak sendirian maka akan ada selalu yang mengingatkan dan memberikan semangat ketika kita sedang futur. Dorongan semangat tersebut dapat mengalir dan menaikkan semangat kita.⁣⁣
Bersabar ketika jiwa berpaling dari kebaikan dan merasa ingin menuju pada kemalasan. Seperti dalam QS Al Kahfi ayat 28, "Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas".⁣⁣
⁣⁣
Maka ayolah lawan godaan rasa malas dan bosan karena menuntut ilmu adalah kebutuhan seumur hidup. Perlu mengupgrade ilmu yang dimiliki setiap harinya karena tidak ada habisnya ilmu baru yang akan kita mempelajari. Agar ilmu tersebut menambah keimanan serta ketaqwaan kita kepada Allah.
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

13 komentar

  1. masya allah mba...
    jadi pengingat diri juga, masih sering futur

    BalasHapus
  2. wahh thanks mba sudah diingat kembali ttg futur :)

    BalasHapus
  3. Kayanya harus jadi "Long Life Learner" memang ya mb supaya dijauhkan dari Futur.. 😊

    BalasHapus
  4. Sama bgt mba baru ngeh futur itu pas ikut bengkel diri juga,pr bgt nih masalah futur karna kurang ada support di lingkungan, makasih sudah di ingatkan kembali 🙂

    BalasHapus
  5. Bagus sekali sharingnya, jazakillah mba.

    BalasHapus
  6. Jazakillah mba tulisannya, mengingatkan lg, dan merasa dijewer lg, hehehehe

    BalasHapus
  7. Jadi ingat materi lg😁
    Jazakillah khairan Mba udah diingatkan

    BalasHapus
  8. Berusaha untuk no futur futur club 😁

    BalasHapus
  9. Masya Allah, smoga kita bisa terhindar dari sifat fitur dan terus semangat menuntut ilmu, khususnya ilmu agama

    BalasHapus
  10. Masya Allah..semoga kita selalu dijauhkan dr sifat futur, didekatkan dengan orang2 yg pwnuh semangat agar api2 semangat terus membara dlm diri kita. Aamiin..

    BalasHapus
  11. subhanallah...saat PMS dan menjelang selesai datang bulan, biasanya futur melanda :(

    terima kasih...diingatkan kembali ;)

    BalasHapus
  12. Maasya Allah, Jazaakillah khayr mba. Semoga kita selalu dijauhkan dr sifat futur dan selalu bersemangar menuntut ilmu. Aamiin

    BalasHapus
  13. MasyaAllah.. thanks for sharing :)

    BalasHapus

Posting Komentar