Jejak Tulisan Kaki Kecil

Bukan September yang Aku Kenal

Yang aku kenal september adalah bulan hujan. Waktu kecil, setiap kali ada pertanyaan, kapan si musim hujan itu? Orang bilang, bulan yang memiliki akhiran -ber, itulah tanda bahwa bulan itu bulan hujan. Oooh berarti september, oktober, november, dan desember. 

Dulu mungkin september akan dikenal begitu, bulan hujan yang akan basah hampir setiap harinya. Akan sulit menemukan tanah kering di bulan september. Akan selalu tercium bau-bau hujan yang berasal dari tanah basah terkena guyuran air dari langit. Tetapi itu hanya cerita september yang dulu.

September yang sekarang telah berubah, seolah tidak seperti seperti yang aku kenal. Bulan hujan berganti dengan bulan yang panas setiap harinya. Orang-orang mengular panjang menunggu air yang dikirim dari truk-truk yang datang. Hanya sedikit yang dapat dibawa pulang, untuk semua keperluan, minum, masak, mandi, dan lain sebagainya. Haruslah pintar-pintar mengelolanya, karena tidak setiap harus truk-truk itu datang. September yang seharusnya sulit menemukan tanah kering berubah, menjadi kekeringan dimana-mana. Tanpa ada bau hujan yang tercium.

September yang seharusnya sejuk karena pertanda sudah masuk musim penghujan berubah menjadi september yang panas. Setiap hari, tak ada hentinya berita kebakaran disiarkan. Entah di kalimantan entah di Jawa. Membuat kualitas udara memburuk hingga ambang batas yang sangat tinggi. Banyak aktivitas yang ditiadakan, akibat jarak pandang yang terbatas. Rumah sakit ramai dengan keluhan-keluhan pernapasan akibat masker biasa tak lagi mampu mencegah polusi udara akibat asap.

Ketika september tak lagi seperti yang aku kenal, tak lagi seperti kata orang dahulu. Aku merasa asing dan sedih. Berharap cukup hanya september yang berubah, tak perlu oktober, november, dan desember ikut berubah. Aku harap bulan hujan akan cepat kembali, karena banyak orang yang berharap. Hujan akan turun, menghapus segala kesedihan. Tentunya hujan bermanfaat yang diharapkan, bukan hujan yang mengundang bencana. 
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar