Jejak Tulisan Kaki Kecil

Buku Biografi Yoyoh Yusroh, Mutiara yang Telah Tiada

Biografi Yoyoh Yusroh

Buku Biografi Yoyoh Yusroh adalah buku biografi pertama yang aku baca. Menceritakan tentang seorang muslimah bernama Yoyoh. Nama yang diberikan ketika lahir oleh ayahnya karena keberatan dengan usul para tetangga untuk memanggilnya orok saja. Hal tersebut dilakukan karena ketika kakaknya sebelumnya meninggal dan tidak memiliki umur yang panjang di dunia. Alhamdulillah Ummi Yoyoh bisa berumur lebih lama dibanding kakaknya dan juga memiliki 13 anak.

Ummi Yoyoh tumbuh dalam lingkungan yang paham akan agama islam. Tak jarang, Ummi kecil diajak mengikuti kajian hingga pernah dibersihkan pipisnya oleh Usman Perak. Pengalaman yang membuat Ummi tak sungkan untuk ikut membersihkan ketika ada anak kecil yang buang air. Selain itu, pengalaman Ummi saat kecil yang sering ikut pergi berkeliling mengisi pengajian bersama ayahnya, membuat Ummi mudah bergaul lintas generasi.

Kehidupan Ummi saat menuntut ilmu pun tak kalah luar biasa. Ummi dikenal sebagai murid yang cerdas sejak sekolah dasar hingga melakukan lompat kelas dari kelas 2 menjadi kelas 4. Padahal saat itu Ummi menempuh pendidikan sekolah dasar di dua tempat berbeda saat pagi dan sore. Hingga Ummi pun mendapat peringkat terbaik se-DKI Jakarta ketika lulus dari Pendidikan Guru Agama.

Kehidupan menuntut ilmu Ummi pun berlanjut ke tingkat perguruan tinggi. Ketika Ummi masih menjadi mahasiswa baru, Ummi sudah berani mengkritik kebijakan menteri tentang larangan penggunaan jilbab. Bahkan Ummi meras siap jika sampai diciduk aparat atas apa yang dilakukannya tersebut.

Pada saat Ummi masih kuliah, ada seorang pemuda yang ingin melamarnya. Namun, Ummi menolak dengan alasan semangat dakwah sang pemuda yang diragukan. Orang tua Ummi tak ingin menolak lamaran itu karena orang tua Ummi cukup mengenal kelurga ini, kecuali Ummi sudah memiliki calon. Ummi pun meminta dicarikan calon suami oleh Ustadz Hilmi dan taaruf tersebut terjadi sangat cepat hingga menikah.

Ummi pun menikah dengan seorang laki-laki bernama Budi. Abi inilah yang akhirnya dipilih Ummi dan mereka memiliki 13 orang anak. Kehidupan pernikahan awal yang terbilang sederhana karena masih sama-sama kuliha, tak membuat Ummi mengeluh. Bahkan Ummi lebih banyak bersyukur dalam kehidupan rumah tangganya.

Kehidupan Ummi yang cukup sibuk tak membuatnya lalai dalam urusan rumah tangga. Bahkan ketika Ummi menjadi anggota dewan, Ummi masih sempat meluangkan waktu untuk keluarga.

Yoyoh Yosroh, Mutiara yang Telah Tiada


Tidak banyak perempuan yang mampu mengelola dengan baik, antara tugasnya di rumah (sebagai seorang istri dan seorang ibu) dengan tugasnya di ruang publik.

Kemampunan mengelola itu didukung oleh orang-orang yang berada di belakang perempuan berprestasi itu.

Yoyoh Yusroh

Judul : Yoyoh Yusroh, Mutiara yang Telah Tiada
Penulis : Tim GIP
Penerbit : Gema Insani
Tahun terbit : 2011
Tebal buku : 208 halaman
Harga : Rp20.000

Sudut Pandang Tentang Biografi Yoyoh Yusroh

Membaca tentang Ummi Yoyoh membuatku belajar tentang banyak hal terutama menjadi seorang muslimah. Walaupun dalam Al Quran tugas utama perempuan adalah sebagai seorang istri dan sangat sedikit menyebutkan peran sosial, Ummi Yoyoh bisa menjadi contoh perempuan yang mengambil peran sosial.

Seorang muslimah bukan dilarang untuk mengambil peran sosial, tetapi jika ingin menjalakan kiprah di bidang sosial tetap perlu menjaga syariat. Ummi Yoyoh bahkan tak takut menentang kebijakan tentang pelarangan penggunaan jilbab di masa orba.

Penggunaan jilbab adalah wajib bagi seorang muslimah dan Ummi sadar akan itu sehingga melakukan demonstrasi. Gerakan yang mungkin tak semua orang berani melakukannya. Bahkan Ummi sempat diciduk aparat dan tak ada rasa takut di dalam hati Ummi. Itu berarti Ummi melakukannya karena Allah dan tak ada yang bisa membuatnya gentar.

Cerita lain yang membuat belajar adalah tentang taaruf singkat Ummi. Ummi memang menolak ketika dijodohkan oleh orang tuanya karena merasa memiliki perbedaan visi misi dengan sang pemuda. Namun, tak menolak ketika dicarikan calon suami oleh Ustadz Hilmi karena memang pemuda tersebut memiliki semangat dakwah yang sama dengan Ummi. Ummi menginginkan pernikahan yang membuatnya tetap bisa berdakwah dan memang Abi selalu mengizinkan Ummi melakukannya.

Pernah suatu kali Abi marah dengan Ummi saat akan berangkat ke kantor. Kejadian tersebut saat Ummi menjadi anggota dewan. Jika kita sebagai perempuan mengetahui suami marah pasti akan marah atau ngambek kan? Lalu apa yang Ummi lakukan?

"Kalau Abi tidak mengizinkan Ummi ke kantor, Ummi di rumah aja deh"
(Halaman 78)
Perkataan Ummi tersebutlah yang membuat Abi sadar jika Ummi bekerja dalam rangka dakwah. Memiliki pasangan yang sevisi misi maka akan lebih mudah melakukan aktivitas sekalipun di luar rumah. Sehingga perkataan Ummi tersebut yang menyadarkan Abi tentang tujuan Ummi.

Pelajaran dari Ummi yang membuat aku cukup tertampar adalah tentang membaca Al Quran 3-5 juz per hari. Aku merasa belum menjadi orang yang sibuk, lebih sering menjadi orang sok sibuk. Namun, menyelesaikan 1 juz saja cukup membuat ngos-ngosan. Sedangkan Ummi dengan berbagai kesibukannya bisa membaca 3-5 juz.

Lalu bagaimana cara Ummi bisa membaca 3-5 juz? Jika kita kebanyakan perlu menjadi perempuan yang mandiri dengan bisa mengendarai kendaraan. Ummi memiliki berkah karena tidak bisa mengendarai kendaraan. Keadaan tersebut membuat Ummi jadi bisa lebih banyak berinteraksi dengan Al Quran. Bukan seperti orang sekarang yang lebih sering sibuk dengan telepon genggam.

Sebenarnya ada banyak pelajaran yang bisa di ambil dari Biografi Yoyoh Yusroh. Namun, jika aku tulis semua jadilah semakin panjang tulisannya. Jadi yang tertarik bisa baca bukunya sendiri. Bukunya juga nggak terlalu berat dan bisa dibaca dalam waktu singkat.
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

11 komentar

  1. MasyaAllah. Beliau adalah perempuan yang luar biasa. Dengan 13 anak, beliau tetap concern mengajarkan alquran kepada seluruh anaknya. Semoga dapat mencontoh bagaimana beliau meng-handle keluarga dengan sangat baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak, parentingnya masya Allah luar biasa. Bisa jadi pembelajaran untuk ibu dan juga calon ibu :)

      Hapus
  2. Hai kak, salam kenal ya. Perkenalkan nama saya Izzuddin, saya anak baru di 1M1C 😊

    Masya Allah, memang luar biasa sosok ummi Yoyoh.

    Saya sudah tau tentang ummi Yoyoh dari dahulu, walaupun belum begitu banyak informasi yang saya dapatkan. Yang saya tau, beliau menerapkan metode parenting yang sangat luar biasa pada anak-anaknya yang jumlahnya terbilang banyak.

    Alhamdulillah, melalui artikel ini saya menjadi lebih mengenal beliau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak, salam kenal juga :)

      Jujur aja aku baru tau waktu baca bukunya kak dan bersyukur bisa baca cerita kehidupan Ummi Yoyoh. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kehidupan Ummi.

      Hapus
  3. Halo mbak Zakia. Apa kabar.
    Aku sangat tertarik dengan cerita ummi Yoyoh dari tulisan Mbak Zakia. Coba coba searching, ternyata belio meninggal saat kecelakaan mobil ya. Sepulang dari menghadiri wisuda anaknya di Jogja. Allahu, sedih sekali.. Jujur, aku sampe merinding loh baca kisah nya :((

    Kemudian hal lain yg sangat bisa ditiru adalah, keteguhannya terhadap Islam. Mengkritisi pemerintah akan larangan jilbab, apalagi di masa Orba, pasti kudu punya nyali yg gede...

    Oh yaa, Ummi Yoyoh adalah kader PKS kan mbak? Apakah mbak Zakia juga? Sebab jarang loh orang mau bahas kisah hidup kader PKS, ditambah lagi zaman seperti ini, yg mana PKS sering dapat fitnah :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha aku ketawa nih baca komen kak Dodo. Aku nulis ini murni karena pengen nulis aja bukan karena kader dan bau bau politik.

      Aku baca ini karena emang jualan buku aja Kak. Dan pernah ada yang bilang kalau bukunya bagus sebagai contoh seorang muslimah. Jadi penasaran kan.

      Iya kak, Ummi Yoyoh meninggal karena kecelakaan. Sejujurnya aku baru tau juga waktu baca bukunya.

      Hapus
  4. Kalau ngobrolin Yoyoh Yusroh selalu nggak akan ada habisnya. Bener2 sosok yang inspiring. Bagaimana membesarkan 13 buah hatinya jadi hafiz semua. Eh ini dibuat tercengang, sehari bisa nyelesein 3-5 juz. Apa kabar aku yang 1 juz bisa seminggu, kecuali ramadan begini bisa lah diusahakan 1 juz sehari... malu aku malu..

    BalasHapus
  5. Sosok satu ini memang inspiratif sekali mbak, dan sulit dicari di zaman sekarang. Rasanya cemburu dengan bagaimana beliau bisa teguh dengan tujuan hidup dan memegang erat aturan2 Allah. Lahal faatihah

    BalasHapus
  6. Jadi nangis lagi baca ini... Pernah bertemu langsung dengan beliau saat ikut pelatihan di awal nikah. Semangatnya masyaallah, bahkan masih teringat nasyid yang beliau nyanyikan di acara itu.
    Al Fatihah...surga untukmu ibu

    BalasHapus
  7. Masya Allah, luar biasa sekali kisah ummi Yoyoh ya mba. Aku ga tau dengan beliau, tapi membaca resume biografinya benar-benar takjub. Perempuan yang luar biasa. Punya 13 anak dan tetap aktif berdakwah hingga jadi anggota dewan

    BalasHapus
  8. Masya Allah aku baru tahu ada muslimah sekeren ini. Makasih, ya kak kia udah kasih ulasannya. Aku pun ingin menjadi perempuan yang lebih taat beribadah dan memiliki peran sosial meski tidak sebesar Umi Yoyoh

    BalasHapus

Posting Komentar