Jejak Tulisan Kaki Kecil

Kisah Si Anak Badai -- Tereliye



  • Judul buku : Si Anak Badai
  • Nama pengarang : Tere Liye
  • Nama penerbit : Republika
  • Jumlah halaman :318 halaman
  • Tahun terbit : 2019
Pertama kali melihat ada buku serial anak-anak mamak yang terbit, yang pertama kali terlintas adalah cerita tentang bapak. Dari kelima buka sebelumnya yang terbit bercerita tentang anak pertama hingga anak bungsu. Lalu selang waktu, terbit buku yang menceritakan tentang masa kecil mamak mereka. Bercerita dengan latar belakang daerah pedalaman yang bergantung hidup dengan bercocok tanam. Sedangkan buku tentang si Anak Badai ini, berlatar belakang masyarakat yang hidup sebagai nelayan atau di wilayah pesisir.

Si anak badai, bercerita tentang Zaenal yang menjadi tokoh utama. Zaenal tinggal bersama dua orang tuanya dan 2 adiknya yang bernama Fatah dan Thiyah. Seperti buku serial mamak sebelumnya, Zaenal adalah seorang anak sekolah dasar yang mempunyai sahabat karib yang bisa disebut geng, yaitu Ode, Awang, dan Malim. Mereka memiliki kebiasaan untuk mengumpulkan uang dari para penumpang yang dilempar saat kapal-kapal melalui kampung mereka.

Pada awal cerita, dikisahkan jika Zaenal bermimpi bertemu dengan bajak laut yang menyandra kapalnya. Saat itu Zaenal sedang berdua dengan adiknya Fatah, saat sang bajak laut. Ternyata bajak laut yang ada di mimpinya adalah Pak Alex, seseorang yang ada dibalik rencana pembangunan pelabuhan di Kampung Manowa (tempat tinggal zaenal). Adanya rencana pembangunan tersebut yang menjadi konflik utama dalam cerita ini. Dimana masyarakat akan dipindahkan ke kampung yang jauh bernama Banowa. Masyarakat tidak setuju karena alasan pemindahan untuk mensejahterakan rakyat tetapi pada kenyataannya, kampung Banowa sama tertinggalnya dengan Manowa. Lalu adanya fakta jika tanah di kampung Manowa tidak bisa digunakan untuk pembangunan, karena tidak bisa menahan beban yang berat, sehingga akan bisa menyebabkan kecelakaan jika tetap dipaksakan untuk dibangun. Pada saat pembangunan sudah akan dilakukan, Zaenal dan teman-temannya lah yang menemukan bukti kuat tak terbantahkan sehingga pembangunan digagalkan dan orang-orang dibaliknya ditangkap.

Walaupun cerita tersebut terdapat co-author tetapi tetap menggunakan gaya penyampaian khas tereliye. Jika kalian penggemarnya, pasti akan bisa menebak gaya penyampaian tereliye. Sehingga terkadang bisa menjadi membosankan karena hanya isi ceritanya yang berbeda tetapi alurnya hampir mirip dan terkadang bisa di tebak. Walaupun terkesan bisa ditebak alurnya tetapi penyampaian pesan oleh tereliye mudah diketahui dan tersampaikan kepada para pembaca, seperti tentang persahabatan dan kasih sayang orang tua.

Cerita tentang serial anak-anak mamak pun khas menceritakan tentang kehidupan keluarga dan persahabat. Seperti pada halaman 202, ada hal yang berkesan. Menceritakan tentang tidak menyerahnya seorang sahabat untuk membujuk sahabatnya agar sekolah lagi. 

"Kami kawan kau, Lim. Kami tidak menyerah semudah yang kau kira."


Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

Posting Komentar