Jejak Tulisan Kaki Kecil

Depresi, Baby Blues, dan Alter Ego

Tulisan ini hanya ingin membahas tentang "gangguan psikologis" yang mungkin dapat terjadi dapat disadari. Aku memang buka psikolog atau psikiater. Hanya sekedar menuangkan apa yang ada dipikiranku tentang gangguan psikologis. Hanya sekedar ingin mengajak agar lebih peduli dengan orang-orang disekitar kita karena bisa jadi orang tersebut sebenarnya memiliki gangguan psikologi tanpa kita sadari. Orang yang memiliki gangguan psikologi bukan berarti "gila" tapi bisa menjadi parah apabila tidak menemukan orang yang memahaminya. Hal tersebut dapat memperparah kondisi kejiwaannya.

Gangguan psikologi yang ingin aku bahas pertama adalah depresi. Depresi dapat terjadi pada siapa saja tanpa disadari. Disaat seseorang merasa memiliki beban yang berat dan tidak tahu harus bercerita kemana. Karena terkadang orang yang paling dekat merasa kita baik-baik saja. Berujung memendam perasaan sedih yang dalam yang berhari-hari tanpa tau harus mengadu kemana. Bukan berarti yang depresi tidak beragama. Ada yang bilang kalo punya masalah curhat sama Allah, jika tak ada pundak untuk bersandar masih ada sajadah untuk bersujud. Tapi tetap saja seseorang butuh bercerita pada seseorang hanya sekedar untuk didengar saja. Itu cukup kok.

Walaupun pada kenyataannya orang depresi bahkan tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Lebih sering memendam semua perasaan itu sendiri. Bahkan pada orang-orang terdekat, hingga tidak menyadarinya. Temanku pernah bercerita bahwa dia pernah merasakan perasaan itu. Dan aku baru tahu setelah 2 tahun kemudian. Bagaimana dia rasanya tertekan pada waktu jaman skrispsi. Memang waktu itu dia pernah bercerita tapi hanya sebagai kecil dan aku pikir hanya kegelisahan biasa. Wajar terjadi pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, entah karena dosen, tema atau apapun. Jujur aku salut sama dia, bisa melewati perasaan itu sendiri tanpa ada orang yang tau.  

Gangguan psikologi lainnya adalah baby blues. Mungkin kebanyakan "ibu baru" mengalami baby blues. Kondisi dimana fisik merasa lemah setelah melahirkan dan tiba-tiba muncul makhluk kecil yang akan selalu membutuhkannya. Aku pernah mendengar cerita dari bulekku waktu pertama kali memiliki anak pertama. Saat harus LDM dengan suaminya lalu tengah malam mendengar suara tangis anak kecil. Awalnya bingung dan kembali tertidur. Setelah beberapa lama baru tersadar jika itu anaknya. Menuruku wajar itu terjadi. Aku memang belum menjadi ibu. Jadi ini semua murni hanya dari cerita orang dan membaca di intenet bukan dari pengalamanku. Baby blues mungkin hanya gangguan psikologi yang ringan terjadi pada ibu baru. Jika ibu dan keluarga menyadari, hal tersebut hanya terjadi sebentar. Yang menjadi parah bila hanya ibu yang menyadari dan keluarga terkesan tidak peduli. Baby blues dapat menjadi postpartum depression (PPD). 

Menjadi ibu baru rasanya asing, kenyataan terkadang tak sesuai dengan teori yang sudah dipelajari di buka ataupun kata orang. Kata orang ibu yang baik itu yang melahirkan normal, bayi mendapatkan ASI eksklusif ataupun yang lainya. Pada kenyataannya, ibu yang baik seharusnya menerima segala kondisi yang ada, melahirkan normal atau operasi caesar, ASI eksklusif atau susu formula, BLW maupun SF. Karena setiap pilihan yang pilih itu pasti ada suatu kondisi tertentu yang menjadi sebab. Keluarga seharusnya mendengar apa alasan dan mendukung pilihannya. Bukan menyalahkan. Bila memang keliru, lebih baik berdiskusi bukan menyudutkan. Kondisi asing tersebut tanpa adanya dukungan dari keluarga dapat menyebabkan PDD. Jika tidak ditangani dengan baik makan akan memberikan dampak yang buruk baik kesehatan ibu maupun bayi. Karena PPD itu nyata bukan hanya cerita karangan semata.


Gangguan psikologis yang terakhir akan aku bahas adalah alter ego. Gangguan ini bisa berhubungan dengan kepribadian ganda bisa juga tidak. Kenapa? Pada kenyataannya setelah aku nonton film EL dan browsing-browsing alter ego bisa muncul karena kepribadian ganda ataupun karena memang sadar menciptakan alter ego itu sendiri. Alter ego yang muncul akibat kepribadian ganda berdasarkan film EL merupakan trauma pada masa kecil yang berakibat muncul alter ego yang berkebalikan dari pribadi dia sebenarnya. Munculnya alter ego itu tidak disadari karena adanya pemicu yang berhubungan dengan trauma masa lalu. Mungkin orang yang tidak mengetahui tentang kondisinya, akan menganggap dia kerasukan mahkhluk halus. Pada kenyataanya bukan, itu hanya alter egonya yang muncul. Sehingga perlu adanya terapi untuk mengurangi ataupun mengatasi munculnya alter ego. Agar penderita kepribadian ganda dapat menerima kejadian yang menimpa pada masa lalu dan tidak merasa trauma kembali.


Alter ego juga bisa secara sadar. Muncul pada seseorang yang merasa kurang percaya diri dengan dirinya sehingga menciptakan suatu karakter yang mungkin dinilai lebih baik dari dirinya. Berasa fake ya, tapi coba deh browsing tentang alter ego. Ada kok contohnya tapi aku lupa siapa.

Mungkin masih banyak si, terkait "gangguan psikologis". Aku tak tau banyak. Hanya berusaha untuk belajar mengerti dan lebih aware dengan orang sekitar. Kadang orang terkesan cuek. Menganggap biasa. Tapi dari youtube radit maupun andovi, aku belajar banyak. Nggak bisa secuek itu. Kalo butuh psikolog atau psikiater, it's okay. Nggak ada salahnya. Kadang aku juga pengen punya psikolog sendiri. Tapi belum nemu aja. Pernah coba online yang gratis, rasanya malah kaya cerita ke temen sendiri. Sama aja. Nggak cocok akunya. Lagian aku masih punya temen yang terkadang aku jadiin tempat berkeluh kesah atau sekedar nulis-nulis nggak penting dimana pun.

Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar