Jejak Tulisan Kaki Kecil

Berdamai dengan Masa Lalu

Masa lalu terkadang menjadi alasan aku berada di kondisi saat ini. Tak selalu baik, kadang kala masa lalu pun ada yang buruk membuat kesal, marah, sedih, ataupun trauma hanya sekedar mengingatnya. Tapi tak perlu di selali dengan apapun yang pernah terjadi di masa lalu. Cukup berusaha untuk menerima dan berdamai dengan apapun yang pernah terjadi di masa lalu. Walaupun terkadang rasa sakit masih sering terasa saat mengingat apa yang pernah terjadi. Seperti suara pecahan kaca yang selalu muncul dan memori memutar kejadian yang terjadi di masa lalu itu. 

Masa lalu yang menyenangkan memang selalu ingin dikenang bahkan terkadang ingin kembali di masa itu. Tapi masa lalu yang buruk, kadang membuat ingin menghapusnya atau bahkan kembali hanya sekedar memperbaiki apa yang terjadi di masa lalu. Tak salah memang memiliki perasaan itu, hanya saja terkesan terlalu egois. Layaknya sebuah perjalanan di jalan yang lurus, mulus tanpa rintangan akan membuat orang terlena ataupun mengantuk karena bosan. Perlu sebuah pembelajaran, dengan jalan yang berbelok, jalan yang salah, jalan berlubang ataupun terjatuh di sebuah perjalanan. Agar nantinya bisa menjadi orang yang kuat.

Berdamai dengan masa lalu memang tak mudah. Apalagi memaafkan apa yang terjadi di masa lalu. Tapi tak apa, asal dengan mengingatnya saja membuatku sudah bisa mengelola segala perasaan yang mungkin dirasakan di saat itu. Segala kejadian akibat kebodohan sendiri di masa lalu, membuatku paham apa yang seharusnya aku lakukan selanjutnya. Membuatku selalu memasang rambu kepada orang baru ataupun orang di sekitarku. Semata untuk melindungi perasaanku dan perasaan orang-orang agar kejadian di masa lalu tidak terulang. Ataupun segala kejadian akibat kekhilafan orang lain, membuatku belajar bagaimana caranya bersikap ataupun sekedar menghargai orang lain. Agar nantinya perasaan yang pernah aku rasakan di masa lalu tidak akan dirasakan orang lain akibat dari apa yang aku lakukan pada mereka.

Masa lalu selalu jadi pembelajaran untukku. Tak perlu berusaha keras untuk melupakan apalagi segala masa lalu yang berkaitan dengan lagu. Mendengarnya saja, akan muncul perasaan yang mungkin tak terasa asing. Jadi berusahalah untuk berdamai. Mungkin saja orang tak tau tentang masa lalu kita, jadi dengar mudah memutar lagu sembarang tanpa tahu ada yang merasa tersakiti. Sebenarnya dua pilihan, katakan sejujurnya atau diam saja sembari menata perasaan yang muncul kembali.

Buatku belajar berdamai dengan masa lalu memanglah tidak mudah. Karena masa lalu akan kembali terngiang, seolah semudah memutar film lama hanya dengan menekan tombol play yang bisa terjadi kapan saja tanpa saja. Butuh waktu lama buatku untuk berdamai, tapi akan menjadi sangat lega saat bisa mencapai titik itu. Dimana saat putaran kejadian yang kembali terngiang dan yang kita rasakan hanya "oh, dulu aku pernah mengalami itu ternyata" atau "oh, aku pun dulu ada di titik itu". Ya intinya berdamai untukku adalah di saat aku bisa menerima, tak perlu ingin mengulang atau pun menyesal. Harusnya dulu aku gini, harusnya aku gitu. Jadinya nggak kaya gini. Atau malah menyalahkan orang lain. Atau yang terparah menyalahkan takdir Allah. It's okay. Yang terjadi di masa lalu akan selalu menjadi sebuah pembelajaran di masa yang akan datang. Mungkin itulah saat aku berada di titik berdamai dengan suatu kejadian di masa lalu.
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar