Jejak Tulisan Kaki Kecil

7 Tips Menstruasi Nyaman Memakai Pembalut Kain Cuci Ulang

14 komentar
Konten [Tampil]
Memakai pembalut kain cuci ulang

Memakai pembalut kain cuci ulang memang terlihat ribet dan tidak nyaman. Sehingga pembalut kain atau menspad memang tak sepopuler pembalut sekali pakai ataupun menscup. 

Tapi pernahkah terpikir berapa banyak sampah pembalut yang dihasilkan oleh kita setiap bulannya? 20 atau 30 pembalut atau mungkin lebih? Itu saja hanya dihasilkan oleh seorang perempuan yang sedang mentruasi setiap bulannnya, lalu berapa banyak yang dihasilkan oleh setiap perempuan yang masih mengalami menstruasi? Aku pun tak bisa membayangkan ada berapa gunungan sampah pembalut yang dihasilkan.

Awal Mengenal Pembalut Kain

Dulu, aku termasuk cuek, nggak peduli walaupun kadang memang suka terpengaruh ikut-ikutan gerakan minim sampah tapi baru sebatas tas kain. Semenjak KKN jadi kepikiran tentang sampah pembalut ketika perempuan menstruasi.

Jika di rumah, sampah pembalut akan dibuang ke tong sampah dan diangkut truk. Berbeda dengan waktu KKN, sampah pembalutnya nggak diangkut truk sampah, tapi dibuang ke sungai. Nggak cuma sampah pembalut tapi hampir semua sampah, kalau nggak dibakar ya dibuang ke sungai. Rasanya pengen dikumpulin buat dibawa pulang gitu, tapi kan KKN lama ya, nggak cuma sehari dua hari, tapi sebulan lebih. 

sampah pembalut

Semanjak KKN itu, jadi lebih peduli dengan gerakan ganti pembalut sekali pakai ke menscup atau menspad. Dan sempat juga ada video viral yang membahas tentang menscup. Jadi sebelum mengenal menspad, aku lebih dulu mengenal menscup. Dari video lalu cari tau pro kontranya karena aku belum menikah dan mayoritas tidak menyarankan. Hingga akhirnya muncul alternatif lain yaitu menspad.

Bukan sebuah keputusan yang mudah untuk seorang yang lebih suka hal-hal simpel dan praktis ketika berpindah ke menspad. Kalau pake pembalut sekali pake cuci nggak harus bersih atau bahkan langsung dibuang pun tak masalah. Sedangkan menspad harus harus dicuci bersih setelah dipakai dan dijemur. Belum lagi bau anyir darah, terkadang bikin pusing mual karena nggak bersih-bersih waktu lagi nyuci. Sungguh butuh kesabaran ekstra dan niat yang kuat. 

Terkadang godaan untuk kembali memakai pembalut sekali pakai muncul. Walaupun belum sepenuhnya lepas tapi jumlahnya sudahnya sudah berkurang. 

Tips Memakai Pembalut Kain Cuci Ulang

Agar menstruasi merasa nyaman ketika menggunakan pembalut kain. Maka bisa mengikuti tips berikut, sehingga mentruasi nyaman dan aman, anti bocor.

1. Pilih Ukuran yang Tepat

Dengan menggunakan pembalut kain yang tepat maka akan merasa nyaman ketika menstruasi. Ada berbagai pilihan ukuran pembalut kain selayaknya pembalut sekali pakai. Jika kebingungan untuk memilih maka gunakan ukuran yang sama dengan pembalut sekali pakai. Jangan sampai menggunakan ukuran yang kecil sehingga membuat bocor, atau terlalu panjang sehingga tidak nyaman. 

2. Jangan Tergiur Harga Murah

Ketika membeli pembalut kain, jangan tergiur harga pembalut kain yang murah. Harga murah bisa jadi kualitas pembalut yang kurang baik, bahannya kasar dan tipis. Sehingga umur pembalut lebih pendek dan bisa jadi menyebabkan iritasi ataupun ruam pada daerah paha. 

3. Warna putih inner

Penting untuk memilih inner dengan warna putih. Pemilihan warna tersebut dilakukan agar dapat memastikan pembalut kain dicuci dengan bersih. Ketika inner memiliki warna akan membuat kita kesusahan untuk memastikan kebersihan pembalut kain ketika dicuci.

Bagian inner pembalut

4. Sering ganti

Walaupun terbuat dari kain, ternyata pembalut ini lebih bisa menampung volume darah yang lebih baik dibandingkan pembalut sekali pakai. Sehingga durasi untuk mengganti pembalu lebih lama. Tetapi jika dirasa lembab dan terlalu basah, jangan menunda untuk menggantinya. Kondisi yang lembab dapat menjadi pemicu muncul bakteri yang bisa menginfeksi vagina.

5. Jangan Gunakan Celana yang Longgar 

Pengunaan celana longgar lebih berpontesi mengalami kebocoran ketika menstruasi. Terkadang membuat duduk ataupun tidur tak nyaman. Sehingga perlu menggunakan menggunakan celana yang pas agar mestruasi nyaman anti bocor.

6. Tidak Menunda untuk Mencuci

Ketika menggunakan pembalut sekali pakai terasa praktis, tak ada kewajibab untuk mencuci. Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang wajib langsung dicuci. Ketika mencuci pastikan lakukan dengan benar. 
  • Basuh pembalut dengan air mengalir terlebih dahulu hingga air lebih bening dan mengurangi jumlah darah yang tertinggal. 
  • Pilih sabun khusus atau sabun mandi dibandingkan deterjen, untuk mengantipasi infeksi pada vagina karena kandungan sabun deterjen. 
  • Cuci dengan perlahan agar pembalut kain memiliki umur pakai yang panjang.
  • Bilas dengan bersih dan tidak ada sabun ataupun noda yang tertinggal.
  • Jemur pembalut ditempat yang terkena matahari atau minimal terkena angin agar tidak lembab dan menjadi tempat tumbuh jamur dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan vagina.
Cara menjemur pembalut kain

7. Simpan dengan Baik

Ketika pembalut sudah kering, sebaiknya disimpan ditempat yang kering dan tidak lembab. Simpan pembalut kain dalam keadaan terlipat dan inner berada di dalam. Agar terjaga kebersihannya ketika nantinya akan digunakan.

Perbedaan Pembalut Kain dan Pembalut Sekali Pakai

Masih ragu untuk menggunakan pembalut kain? Mungkin bisa mempertimbangkannya dengan mengetahui perbedaan pembalut kain dan pembalut sekali pakai.

1. Lebih Ramah Lingkungan

Penggunaan pembalut kain akan lebih ramah lingkungan dan minim sampah. Hal tersebut terjadi karena pembalut sekali pakai hampir terbuat dari plastik 100%. Membuat pembalut sekali pakai susah diurai dan penggunaannya pun hanya sekali. Sedangkan pembalut kain biasanya terbuat dari bahan katun dan dapat digunakan berkali-kali sehingga dapat mengurasi volume sampah ketika mestruasi. 

2. Lebih Sehat

Selain, pembalut kain lebih ramah lingkungan. Pembalut kain pun cenderung lebih sehat karena tidak mengandung bahan kimia seperti pemutih yang ditemukan pada pembalut sekali pakai. Terdapat juga penelitian juga beberapa pembalut sekali pakai mengandung bahan kimia berbahaya. Dikhawatirkan, penggunaan pebalut sekali pakai dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan repoduksi wanita. Akibat pembalut sekali pakai yang bersentuhan langsung dengan alat kelamin wanita.

3. Tidak Menyebabkan iritasi

Pernah mengalami iritasi atau menemukan ruam pada paha ketika menstruasi? Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan pembalut sekali pakai yang cenderung kasar. Sedangkan pembalut kain memiliki bahan yang lebih halus karena terbuat dari katun. Sehingga tak menyebabkan iritasi ataupun ruam pada paha.

4. Dapat digunakan berulang kali

Perbedaan utama antara pembalut kain dan pembalut sekali pakai adalah dari penggunaannya. Jika pembalut sekali pakai hanya digunakan sekali dan dibuang begitu saja. Pembalut kain dapat digunakan kembali, bahkan jika bisa merawatnya dengan benar dan terjaga kebersihannya maka akan bertahan hingga 5 tahun. Tapi mayoritas pembalut kain memiliki umur penggunaan 2-3 tahun saja.

5. Lebih hemat

Siapa si yang tak suka berhemat? Walaupun diawal pembelian pembalut kain termasuk membutuhkan budget lebih. Tapi jika digunakan hingga 3 tahun maka akan lebih hemat dibandingkan penggunaan pembalut sekali pakai. 

Aku membeli pembalut kain di toko online seharga 120rb dengan isi 6 pembalut kain. Jika ingin selama menstruasi menggunakan pembalut kain maka dibutuhkan minimal 12 pembalut kain. 

Sedangkan jika menggunakan pembalut sekali pakai, aku biasanya membeli seharga 25rb isi 16 buah. Dan membutuhkan dua bungkus pembalut kain tersebut. Maka minimal setiap bulannya aku mengeluarkan biaya 50rb setiap bulannya. 

Dapat disimpulkan jika menggunakan pembalut sekali pakai dalam 5 bulan akan membutuhkan biaya 250rb sedangkan penggunaan pembalut kain dalam 3 tahun hanya membutuhkan biaya 240rb.

6. Daya Tampung Lebih Banyak

Mayoritas pembalut kain memiliki ketebalan yang sama, berbeda dengan pembalut sekali pakai yang memiliki banyak pilihan dari mulai slim hingga tebal. Tetapi daya tampung pembalut kain lebih banyak dibandingkan dengan pembalut sekali pakai. Selama digunakan dengan benar, tak mungkin mengalami kebocorona akibat daya tampung pembalut yang minim. Tetapi hal tersebut tergantung pada karakteristika menstruasi setiap orang. Jika dirasa sudah lembab tentu perlu mengganti pembalut kain.

7. Kurang praktis

Walaupun memiliki banyak kelebihan, salah satu kekurangan pembalut kain adalah penggunaannya yang kurang praktis. Ketika hendak berpergian maka tidak disarankan menggunakan pembalut kain karena perlu mencucinya sesegera mungkin dan menjemurnya. Sehingga pembalut sekali pakai lebih cocok digunakan untuk berpergian karena tak memiliki kewajiban untuk dicuci. Bisa dibuang begitu saja selama dibungkus dengan benar.

Teman Selama Menstruasi

Jadi apakah tertarik mencoba pembalut kain cuci ulang? Jika masih ragu cobalah gunakan ketika hari-hari terakhir menstruasi. Ketika sudah terbiasa menggunakannya maka akan merasakan nyaman menggunakan pembalut kain dibandingkan pembalut sekali pakai.
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

14 komentar

  1. Saya sudah beberapa tahun menggunakan menspad. Favorite saya greennappy dan cluebebe. Nyaman nyaman aja.
    Anak perempuan saya yg mulai akilbaligh juga saya kenalkam dengan pembalut kain. Dan dia juga bisa menerima.. Walau kadang kalo menspad habis belum kering, dia bergantian pakai pembalut sekali pakai.
    Tapi kalau sudah sering pakai pembalut kain, pakai pembalut sekali pakai terasa kurang nyaman jika terlalu lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya mba, sekarang anak yang aqilbaligh sudah pada mengenal menspad. Kalau aku dulu taunya ya cuma pembalut sekali pakai. Semoga anaknya bisa mengajak teman-temannya udah memakai menspad mba :)

      Hapus
  2. Mbak saya belum oernah coba nih. Ini ads resiko tembus gak si mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resiko tembus tetap ada mba, tapi kalau pemakaiannya benar, insya Allah enggak mba karena daya tampungnya lebih besar dibanding pembalut sekali pakai.

      Hapus
  3. Aku belum pernah coba pakai ka, belum berani hehe.
    Soalnya di lingkunganku asing bgt nih hm.
    Tapi baca ini jadi penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dulu pakai jaman di kosan mba, jadi aneh banget rasanya jemur menspad di jemuran kosan. Tapi ya udah cuek aja hehe

      Hapus
  4. Bener ini, lebih hemat dan ramah lingkungan. Aku pakai sudah dua tahun ini. Nyaman aja kok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, lebih nyaman. Nggak kerasa kresek-kresek gitu hehe

      Hapus
  5. Aku udah lama pengen nyoba pake menspad mba. Tapi masih maju mundur karena bingung milihnya. Ada rekomendasi merk menspad ga mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku baru coba merek faaza mba. Sejauh ini aku cocok si mba. Cuma belum bisa membandingkan karena belum pernah coba yang lain. Aku beli pun di marketplace karena kalau beli offline gatau dimana malah

      Hapus
  6. Bener tuh mbak. Limbah pembalut ini juga penyumbang terbesar limbah di indonesia. Makanya aku mau coba alternatif lain, mau coba menstrual cup tapi masih takut, untung ini ada produk alternatif lain. Makasih mbak tipsnya 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama-sama mba, tapi kalau udah menikah kayaknya bisa coba menscup mba. Lebih banyak lagi keuntungannya dibanding menspad hehe

      Hapus
  7. alhamdulillah aku tim manspad juga nih. dulu saat mondok, pesantrenku juga menerapkan aturan wajib memakai kain nggak boleh pakai pembalut instan. Saat itu ya pakainya kain jampel anak-anak menamainya. dan alhamdulillah setelah tahu dampak jangka panjang pemakaian pembalut instant, sekarang lebih memilih pakai manspad. irit juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah, pesantrennya udah memikirkan ini ya mba. Bagus banget deh aturannya. Semoga bisa diikuti sama sekolah lain juga ya. Minimal untuk edukasi bukan untuk mewajibkan.

      Hapus

Posting Komentar