Jejak Tulisan Kaki Kecil

Belajar dari Kisah Abu Thalib

Bismillah . . . ⁣
Pernahkah kita melakukan sesuatu bukan karena kesadaran diri kita tapi terpengaruh oleh lingkungan sekitar? ⁣
Terkadang bukan kita tak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, tapi kita melakukan sesuatu karena terpengaruh lingkungan entah itu baik ataupun buruk. Selama kita merasa hal itu membuat kita diterima oleh sebuah lingkungan ataupun terhidar dari omongan orang maka akan kita lakukan entah itu baik atupun buruk.⁣
Padahal apa yang dinilai Allah dan dicatat oleh malaikat, bukan dari apa omongan orang terhadap apa yang kita lakukan, tapi pilihan kita yang kita pilih itulah yang akan dinilai dan dicatat. Terkadang kita sadar apa yang kita lakukan salah, tapi karena ingin diterima oleh sebuah lingkungan ataupun terhindar dari komentar yang tidak mengenakkan kita memilih untuk tetap melakukannya dibanding berhenti dan memilih melakukan hal baik. ⁣
Pernahkah mendengar kisah Abu Thalib? Paman Rasulullah yang selalu membela dan melindungi Rasulullah ketika berdakwah dan dimusuhi oleh Kaum Quraisy. Sayangnya hingga akhir hayat Abu Thalib tetap memeluk agama nenek moyangnya dibanding memeluk agama yang dibawa oleh Rasulullah. Hal tersebut terjadi bukan karena Abu Thalib tidak percaya dan meyakini jika apa yang dibawa Rasulullah itu benar, tetapi terjadi karena terpengaruh oleh ucapan Abu Jahal ketika mendekati akhir hayatnya.⁣
Ketika mendekati akhir hayatnya, Rasulullah meminta Abu Thalib mengucapkan, "Laa Ilaaha ila Allah", agar di akhirat kelak Rasulullah bisa memberi wasilah kepada Abu Thalib dihadapan Allah. Tetapi Abu Jahal menghasut Abu Thalib dengan mengatakan, " Apa engkau membenci agama Abdul Muththalib?" hingga akhirnya kata terakhir yang diucapakan Abu Thalib adalah aku tetap pada agama Abdul Muththalib.⁣

Sebagai manusia mungkin wajar menginginkan hal yang kita lakukan atau katakan diterima oleh orang lain dengan baik, bukannya malah dikritik ataupun dimusuhi. Tetapi dari kisah Abu Thalib aku belajar bukan omongan atau tindakan orang lain kepada kita yang harus kita pedulikan, tapi tindakan kita apakah dengan apa yang kita lakukan itu Allah Ridha dan tercatat sebagai amal baik oleh malaikat. Jangan sampai ego ataupun gengsi membuat kita memilih melakukan hal yang akan diterima oleh orang lain tetapi tidak diridhai Allah dan tercatat sebagai amal yang buruk oleh malaikat.
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

12 komentar

  1. Fokus ke ridho allah bukan ridho manusia..perbaharui niat..betulbetulbetul..makasih sharingnya mbaku

    BalasHapus
  2. Karena mulut mamusia memang lebih kuat dari niat baik kita. Jadi lebih mudah terpengatuh.semoga kita bisa fokus kepada ridho Allah saja. Dan lakukan yang terbaik.

    BalasHapus
  3. semua kembali ke pribadi dan ego masing2. karena gengsi walaupun menyadari bahwa itu salah masih saja dilakukan. dan contohnya sudah ada sejak jaman Rasulullaah yang tidak lain adalah paman Rasulullaah sendiri

    BalasHapus
  4. Halo kak.

    Sedih banget pasti Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam karena paman akhir kisah pamannya ini . Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran. Aamiin

    BalasHapus
  5. Masya Allah...
    Terkadang sibuk ga jelas, lupa (berlagak lupa) yg butuh itu Ridho Allah😌

    BalasHapus
  6. Benerr.. Jgn smpe sibuk dgn Pendapat orang lain sampai lupa dgn Pendapat Allah yang harus diperhatikan

    BalasHapus
  7. Betul mba, fokus mengharap ridha Allah aja ga perlu mikir kata orang apalagi netizen..

    BalasHapus
  8. Ya Allah.. kykny ini jawaban buat pertanyaan ku.. emang ridho Allah yg utama

    BalasHapus
  9. Konsisten memang berat mba. Apalagi jika lingkungan tidak mendukung. Bener-bener harus bisa mengontrol diri agar mendapat ridho Allah

    BalasHapus
  10. MasyaaAllah, jazaakillahu khairan pengingatnya. Semoga kita selalu ditetapkan berada di jalan keridhoan-Nya aamiin.

    BalasHapus
  11. Betul banget ini, kadang kita melakukan sesuatu hanya karena ingin diterima dan diakui oleh orang lain. Terimakasih atas sharingnya mba :)

    BalasHapus

Posting Komentar