Jejak Tulisan Kaki Kecil

Jodoh Impian

Ada yang percaya jodoh itu ketetapan Allah hingga akhirnya kadang lupa untuk berusaha, cuma pasrah diam cuma nunggu. Ada juga yang percaya jodoh itu pilihan Allah hingga usaha teruus tanpa melibatkan Allah di dalamnya. Jodoh itu kuasa Allah, Allah yang tau siapa dan kapan waktunya. Tapii sebagi hambanya kita harus mengupayakannya dan mendekatkan diri kepada Allah. Mengupayakan dengan menentukan kriteria ingin memperoleh jodoh seperti apa, lalu memperbaiki diri. Karena jodoh itu cerminan diri. Minta jodoh yang kaya gini kaya gitu, banyak banget deh listnya sampe satu buku nggak cukup. Eh sendirinya masih biasa aja, masih gini-gini aja. Kan harusnya mencoba untuk belajar dan memperbaiki diri. Terus nyari jodohnya juga jangan di sembarang tempat. Apalagi sosmed sekarang yang banyak bikin aplikasi pencarian jodoh. Mungkin ada yang bener tapi kemungkinannya kaya berharap di tengah siang bolong yang panas, karena lebih banyak yang palsu.

Yang kadang lupa itu, menikah bukan akhir dari sebuah perjalanan. Nanti bakal seneng terus. Enggak, menikah itu ada bahagia ada ujian. Karenanya siapkan bekal yang banyak selama masa penantian. Jangan kebanyakan galau, kalau sibuk belajar ini itu. Siapin ilmu yang banyak tentang pernikahan agar tau fakta kedepan dan bisa menjalaninya. Jadi kalo masih takut soal pernikahan kaya gini gitu. Mungkin masih kurang ilmunya. Selain ilmu, siapin juga fisiknya karena menikah itu nanti tanggungjawabnya jadi sama kita. Yang biasanya ada rewang ada yang bantuin, jadi apa-apa kita. Ya kecuali nikahnya sama sultan yang punya banyak bawahan. 

Sebelum meyakinkan diri untuk memutuskan menikah, coba cek dulu PRnya. Menikah jangan bawa banyak PR. Gimana obrolan sama orang tua? Udah dapet izin belum. Atau misal masih ada kakak yang belum menikah itu gimana? Kalo misal masih kuliah itu gimana? Masalah inner child itu gimana? Trauma-trauma di masa lalu? Apakah sudah selesai? Rasanya perlu dituntaskan semuanya agak tidak merasa ada yang mengganjal nantinya atau adanya penyesalah. 

Menikah itu bukan untuk pencarian status, karena umur, karena tuntutan, karena ditanya mulu dll. Tapi untuk beribadah kepada Allah dan mencetak generasi yang terbaik. Jangan menikah karena terpaksa tapi karena kita memang yakin sudah siap dengan segala bekal yang ada. Kadang suka sebel atau baper ya kalo ditanya-tanya kapan nikah? Ya udah bilang aja cariin yang kaya gini, langsung cus kasih kriterianya, atau misal gak yakin buat dicariin ya minta di doain aja. Kalo aku si minta dibayarin aja nanti pas nikah, jadi sponsor buat yang nanya-nanya mulu.

Yang masih dalam masa penantian kaya aku? Berdoalah sama Allah, deketin terus, rayu terus Allah. Minta jodoh yang sesuai kriteria kita, yang keluarganya baik sama kita dan lain-lainnya. Jangan malu jika memiliki keinginan menikah karena itu fitrah. Selagi menunggu siapkan bekal yang banyak agar pada waktunya nanti kita sudah siap dan menjadi jodoh impian. Libatkan Allah dalam segala prosesnya. Dan yakinlah kalo skenario Allah itu yang terbaik. 
Zakia Widayanti
Seorang yang mengaku introver dan menjadikan tulisan sebagai jalan ninja agar tetap waras. Tulisan adalah caraku menyampaikan keresahan dan kegelisahan. Terkadang semakin banyak menulis bisa jadi tanda jika aku sedang galau atau sedih atau mungkin banyak deadline :)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar